Kamis, 24 Januari 2019
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN
DRAFT PROPOSAL
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN TANGERANG
DISUSUN OLEH :
TENI SULISTIOWATI 175059042
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
JUDUL
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Kabupaten Tangerang
LATAR BELAKANG
Anemia merupakan masalah gizi yang sering ditemui di negara maju maupun berkembang dan menjadi masalah kesehatan masyarakat (Chakma et al. 2012). Salah satu kelompok umur yang rentan mengalami anemia adalah remaja (Tesfaye et al. 2015). Pada periode remaja (10-19 tahun), prevalensi anemia di negara berkembang adalah 27% dan 6% di negara maju (Dugdale 2001). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia remaja di tingkat nasional sebesar 18,4% (Kemenkes RI 2013).
Pada Tahun 2016 Kabupaten Tangerang melakukan survey Anemia pada 29 Sekolah Negeri di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dengan melibatkan 2900 Remaja putri, didapatkan hasil bahwa 70% remaja putri di SMA negeri di wilayah Kabupaten Tangerang mengalami Anemia, dengan persentasi tertinggi di SMA Negeri di wilayah Gunung Kaler (90%), hal ini menjadi dasar Program Pemberian Tablet Darah pada remaja putri di SMA se derajat dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.
Program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur telah tercantum dalam surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.03.03/V/0595/2016. Dalam Surat Edaran tersebut, tataca cara pemberian TTD diberikan dengan dosis 1 (satu) tablet per minggu sepanjang tahun. pemberian TTD dilakukan untuk remaja putri usia 12-18 tahun, yang diberikan melalui UKS/M di institusi pendidikan SMP dan SMA atau yang sederajat dengan menentukan hari minum TTD bersama setiap minggunya sesuai kesepakatan di wilayah masing-masing. adapun di Kabupaten Tangerang, alokasi pemberian TTD baru pada tingkat SMA se derajat dikarenakan keterbatasan anggaran.
Meskipun sudah cukup jelas, program tersebut masih mengalami banyak kendala teruta- ma dalam hal kepatuhan (Depkes 2006; Risva et al. 2016). Kepatuhan merupakan salah satu faktor yang dianggap paling berpengaruh dalam keberhasilan program suplementasi besi (Maryani et al. 2006). Kepatuhan mengonsumsi TTD diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi dan frekuensi mengonsumsi tablet.
Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa sebesar 89,1% ibu hamil telah mengonsumsi TTD selama masa kehamilannya. Sebesar 33,3% ibu hamil mengonsumsi TTD selama 90 hari kehamilan, 34,4% mengonsumsi TTD kurang dari 90 hari, serta 21,4% ibu hamil lupa mengonsumsi TTD selama masa kehamilan (Kemenkes 2013). Pada remaja putri, belum terdapat data mengenai tingkat kepatuhan konsumsi TTD karena kepatuhan konsumsi TTD merupakan in- dikator baru dalam program pemberian TTD pada remaja putri (Kemenkes 2015).
Program pemberian TTD pada remaja putri SMA di Kabupaten Tangerang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan pemberian kartu monitoring kepatuhan. Akan tetapi, data mengenai tingkat kepatuhan mengonsumsi TTD pada remaja putri belum ada. Dalam upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD remaja putri, Kabupaten Tangerang berusaha meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri melalui pendampingan sebaya dengan membentuk Kader Remaja Anti Anemia (KARTINI) yang membantu pihak Puskesmas dalam advokasi, pengawasan, pendampingan dan pelaporan kegiatan pemberian TTD.
Menurut Waliyo dan Agusanty (2016), kartu monitoring kepatuhan diberikan untuk memotivasi individu menghabiskan TTD dan sebagai media komunikasi, informasi, serta edukasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model kartu monitoring kepatuhan yang disertai dukungan guru dan orangtua, pendampingan serta pemberian informasi tambahan pada kartu mengenai anemia serta TTD.
RUMUSAN MASALAH PENELITIAN
Apakah ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Kabupaten Tangerang
TUJUAN UMUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
TUJUAN KHUSUS
Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Untuk mengetahui hubungan dukungan guru dan orangtua dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Untuk mengetahui hubungan pendampingan kader remaja anti anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
MANFAAT TEORITIS
Sebagai bahan pemikiran bagi pembaharuan program kesehatan remaja putri mengenai masalah anemia
Memperkaya ilmu kesehatan dan mendukung program pemerintah Kabupaten tangerang dalam menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri SMA
Sebagai referensi pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan masalah anemia
MANFAAT PRAKTIS
Bagi penulis : dapat menambah pengetahuan tentang penderita anemia pada remaja putri di kabupaten Tangerang
Bagi pemerintah : dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah dalam menangani masalah anemia pada remajaputri SMA
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif
DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian adalah cross sectional
VARIABEL DEPENDEN DAN INDEPENDEN
variabel dependen : kejadian Anemia
variabel independen : tingkat pengetahuan, dukungan guru dan orangtua, pendampingan kader remaja anti anemia
DEFINISI OPERASIONAL
NO
VARIABEL
DEFINISI OPERASIONAL
CARA UKUR
ALAT UKUR
HASIL UKUR
SKALA
1
2
3
Tingkat pengetahuan
Dukungan guru dan orangtua
Pendampingan kader remaja anti anemia
Hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya
Upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam mempersiapkan pembelajaran kepada anak didiknya
Suatu tindakan dalam mengawasi dan mengontrol program yang dilakukan oleh kader yang telah diberi pengetahuan
wawancara
wawancara
wawancara
kuesioner
kuesioner
kartu monitoring
1.baik
2.cukup
3.buruk
1.baik
2.cukup
3.buruk
1.baik
2.cukup
3.buruk
ordinal
ordinal
ordinal
HIPOTESIS
Ada hubungan antara tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Ada hubungan antara dukungan guru dan orangtua dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Ada hubungan antara pendampingan kader remaja anti anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
POPULASI DAN SAMPEL
Jumlah subjek penelitian adalah 240 remaja putri dari 6 sekolah yang dibagi ke dalam 3 kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberi kartu monitoring dari Dinas Kesehatan (M), kartu monitoring dengan penambahan tanda tangan orangtua dan guru (M+T), dan kartu monitoring berupa leaflet dengan penambahan tanda tangan guru dan informasi tentang anemia serta TTD (M+TP).
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Sampel yang diambil dengan tekhnik simple random sampling
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kewirausahaan DAYCARE ANAK SEHAT
TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN DAYCARE Anak SEHAT UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KESEHAT...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menggunakan peralatan untuk beraktivitas. Di dalam peralatan ...
-
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN DRAFT PROPOSAL HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH P...
-
TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN DAYCARE Anak SEHAT UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KESEHAT...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar