Kamis, 24 Januari 2019
Kewirausahaan DAYCARE ANAK SEHAT
TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN
DAYCARE Anak SEHAT
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Saat ini bukan hanya pria yang bekerja dan berkarir tetapi wanita pun yang tugasnya sebagai ibu rumah tangga bekerja dan berkarir. Dengan demikian wanita yang tugasnya seorang ibu rumah tangga tidak bisa mengasuh buah hatinya dengan tangannya sendiri karena mereka lebih meluangkan waktunya untuk bekerja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Bogor, jasa penitipan anak (day care) menjadi salah satu alternatif tempat untuk menjaga si kecil saat orang tua pergi bekerja.
Segmen pasar dari usaha ini terutama adalah rumah tangga yang suami istri bekerja sementara dirumahnya tidak ada pengasuh atau keluarga lain yang dimintai tolong untuk menjaga anak. Dengan pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi, yaitu sekitar 2,5 % per tahun ditambah dengan migrasi penduduk yang tinggi dari desa ke kota, akan semakin banyak anak-anak balita usia pra sekolah yang membutuhkan tempat penitipan yang aman dan terjamin pengawasannya.
Dasar Pemikiran
Saat ini banyak wanita yang bekerja. Tentu saja mereka harus meninggalkan anak untuk pergi bekerja. Hal itu memang menjadi dilema bagi wanita karier. Para ibu sering merasa bersalah manakala sang buah hati yang masih balita harus diasuh oleh orang lain. Bagi yang masih tinggal dengan orangtua mungkin lebih berkurang rasa was-wasnya.
Dilema ini jadi peluang usaha yang cukup menggiurkan. Di kota-kota besar, dimana para wanita umumnya juga bekerja jadilah jasa pengasuhan anak begitu dibutuhkan saat ini. Untuk memenuhi tuntutan inilah kami membuat usaha penitipan anak ini.
Maksud dan Tujuan
Umum : Menjaga dan meningkatkan pelayanan pengasuhan anak yang sehat
Khusus :
Merawat dan melindungi anak ibu pekerja sebagai pelayanan pengganti untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam perkembangan fisik, mental dan social menuju pembentukan kepribadian.
Membantu ibu pekerja agar memperoleh ketenangan kerja dan mencapai prestasi kerja yang optimal.
Memberikan pelayanan pada anak sedemikian rupa sehingga merasa berada dalam keluarganya sendiri.
Manfaat Pelayanan
Bagi Ibu
Dapat memberikan rasa ketenangan dalam melaksanakan pekerjaanya
Dapat menghemat pembelian mainan-mainan yang diperlukan bila si anak sendirian di rumah
Kualitas pelayanan di Klinik Anak Sehat lebih baik dan terjamin daripada menyewa baby sister
Bagi Anak
Anak dapat bersosialisasi dengan baik. Banyak teman dan lebih mandiri.
Dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
Anak-anak tetap bisa mendapatkan pengasuhan, selama orang tua bekerja.
Dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak
ANALISA USAHA
Tempat Pelayanan
Tempat pelayanan yang digunakan adalah bangunan milik sendiri yang terletak di Perumahan Wahana Pondok Gede. Tempat pelayanan kami ini strategis dan mudah dijangkau karena berada di daerah perumahan yang banyak pekerja wanita karier.
Waktu Pelayanan
Pelayanan dilakukan setiap senin s/d sabtu dimulai dari pukul 05.30-17.00 WIB.
Tenaga Kerja
5 tenaga pengasuh dan pendidik (SMA)
Tugas : Mengasuh serta mendidik anak sejak usia dini
1 orang Administrasi
Tugas : Mengurus masalah administrasi klinik
Cleaning Servis (SMA)
Tugas : mengurus masalah kebersihan klinik
Anggaran Kebutuhan
Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan Klinik Anak Sehat adalah sebagai berikut :
1
BIAYA INVESTASI
a.
Peralatan Main Anak
20.000.000
b.
Dekorasi Ruang Bermain Anak (Indor Playground, ruang seni, ruang balok, ruang dramatik, ruang makan, ruang tidur, kamar mandi, toilet kecil)
40.000.000
c.
Meja Kursi Administrasi
3.000.000
d.
Pembelian AC
8.000.000
e.
Pembelian CCTV Online
6.000.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
77.000.000
2
BIAYA OPERASIONAL BULANAN
a.
Peralatan Main Anak 1/24 X 15.000.000
833.333
b.
Dekorasi Ruang Bermain Anak 1/24 X 10.000.000
1.666.667
c.
Meja Kursi Administrasi 1/48 X 3.000.000
62.500
d.
Pembelian AC 1/48 x 8.000.000
166.667
e.
Pembelian CCTV Online 1/48 x 6.000.000
125.000
f.
Gaji Pegawai Administrasi (Manager) 1 orang
3.500.000
g.
Gaji Pengasuh 5 orang x 2.500.000
12.500.000
h.
Sewa Tempat
2.500.000
21.354.167
3
VARIABLE BIAYA
a.
Listrik dan Air
1.000.000
b.
Makan dan snack 30 anak 600.000 x 30
18.000.000
c.
Internet
500.000
19.500.000
TOTAL 19.895.832 + 19.000.000
40.854.167
4
PENERIMAAN PER BULAN
Uang Pendaftaran 25 x 100.000
2.500.000
25 anak x 2.000.000
50.000.000
52.500.000
5
KEUNTUNGAN PER BULAN
KEUNTUNGAN = TOTAL PENERIMAAN -TOTAL OPERASIONAL
TOTAL PENERIMAAN
52.500.000
TOTAL OPERASIONAL
40.854.167
-
KEUNTUNGAN
11.645.833
6
PAY BACK PERIOD
(Total biaya investasi ; keuntungan) X 1 bulan
Total Biaya Investasi
77.000.000
Keuntungan
11.645.833
/ x 30
=
198
=
6 bulan 18 hari
PROGRAM KERJA
No
PROGRAM
TARGET
WAKTU PELAKSANAAN
BERAPA RP
KETERANGAN
1
Mencari tempat
Rumah Sewa
07-Jan-18
30.000.000 / tahun
Menggunakan rumah pribadi yang ke 2
2
Mencari Modal
100.000.000
07-Jan-18
100.000.000
Mengunakan uang tabungan yang ada
3
Merekrut SDM
Dari saudara, teman atau tetangga
14-Jan-18
4
Memberi Diskon
6 Bulan Pertama Gratis Biaya Pendaftaran
STRATEGI MARKETING/PROMOSI
Saat ini perkembangan teknologi sedemikian pesatnya begitu pula dengan perkembangan dunia media sosial, dalam sekejab berita yang diunggah bisa menjadi sangat viral dan tersebar dengan luas keseluruh penjuru dunia. Dengan kekuatan media sosial yang luar biasa tersebut kami berminat untuk memanfaatkan teknologi tersebut.
Promosi akan dilakukan selain dengan membuat spanduk dan leaflet akan disebarkan ke media sosial seperti facebook, twiter, instagram, path, dan dengan membuat web gratis sendiri untuk memasarkan pelayanan dengan berisi konten-konten yang informatif dan bermanfaat untuk keperluan bisnis dan kesehatan anak.
Tugas higiene industri makalah getaran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menggunakan peralatan untuk beraktivitas. Di dalam peralatan itu pasti tidak hanya peralatan yang manual, akan tetapi juga perlatan yang menggunakan motor. Di dalam peralatan itu pasti terdapat getaran-getaran yang ditimbulkan yang dirasakan oleh tubuh kita. Intensitas getaran mekanis adalah bentuk dari dari energi mekanis yang dihasilkan oleh mesin atau alat-alat mekanis yang digerakan oleh motor dan getaran mekanis adalah merupakan salah satu faktor bahaya di tempat kerja yang disebabkan oleh peralatan atau mesin yang sedang dioperasikan. Getaran yang ditimbulkan oleh mesin apabila menghantar ke tubuh manusia melalui tangan, lengan, kaki, atau anggota tubuh lainnya yang akan menimbulkan gangguan kenyamanan sampai gangguan kesehatan. Sehingga perlu dilakukan pengukuran intensitas getaran untuk mengetahui sampai sejauh mana mengganggu kenyamanan atau kesehatan pelaku kerja. Seperti telah diketahui bersama peralatan atau mesin pada saat dioperasikan akan menimbulkan getaran, disamping timbulnya kebisingan. Getaran tidak hanya ditimbulkan peralatan atau mesin yang tidak bergerak seperti dalam suatu industri, tetapi terjadi juga pada peralatan berat. Ergonomi merupakan salah satu segi dari padanya, yang juga memuat aspek-aspek perlindungan tenaga kerja. Satu diantaranya adalah adanya norma-norma yang mengatur kesesuaian ukuran alat kerja dengan manusianya. Dalam meningkatkan produksi digunakan mesin mesin dan alat kerja modern. Penggunaan alat kerja modern selain meningkatkan juga mempunyai efek samping dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan tenaga kerja untuk menghindarinya maka diperlukan teknologi pengendaliannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan getaran?
1.2.2 Apa saja tujuan pengukuran getaran?
1.2.3 Apa saja alat dan bagaimana cara mengukuran getaran?
1.2.4 Bagaimana cara perhitungan/evaluasi dari nilai ambang batas dan standar nasional Indonesia pada getaran?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari getaran.
1.3.2 Untuk mengetahui tujuan pengukuran getaran.
1.3.3 Untuk mengetahui alat dan bagaimana cara pengukuran getaran.
1.3.4 Untuk mengetahui cara perhitungan/evaluasi dari nilai ambang batas dan standar nasional Indonesia pada getaran.
1.4 Manfaat
Untuk mendapatkan pengetahuan tentang Hygiene Industri di Lingkungan Kerja tentang Getaran.
BAB II
PEMBAHASAN
Tinjauan Umum Tentang Getaran
Pengertian Getaran
Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-49/MENLH/11/1996:
Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan.
Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia.
Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia.
Getaran kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba-tiba dan sesaat.
Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan.
Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan seimbang. Getaran terjadi saat mesin atau alat dijalankan dengan motor sehingga pengaruhnya bersifat mekanis. Getaran ialah gerakan ossilasi disekitar sebuah titik. Vibrasi adalah getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis, misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya. Getaran merupakan efek suatu sumber yang memakai satuan ukuran hertz. Getaran (vibrasi) adalah suatu faktor fisik yang menjalar ke tubuh manusia mulai dari tangan sampai ke seluruh tubuh turut bergetar (oscilation) akibat getaran paralatan mekanis yang dipergunakan dalam tempat kerja.
Getaran adalah suatu faktor fisik yang bekerja pada manusia dengan penjalaran (transmission) dari pada tenaga mekanik yang berasal dari sumber goyangan (osilattor). Getaran kerja adalah getaran mekanis yang ada ditempat kerja dan berpengaruh terhadap tenaga kerja. Getaran dihasilkan oleh :
Mesin-mesin diesel, mesin produksi
Kendaraan-kendaraan, tractor, truk, bus, tank dll
Alat-alat kerja tangan ( hand tool ) dengan menggunakan mesin : jack hammer (pembuka jalan), pneumatic hammer (pabrik besi), jack lec drill (pengebor batu gunung, karang dll).
2.1.2 Jenis-jenis Getaran
1. Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body Vibration) Getaran pada seluruh tubuh atau getaran umum (Whole Body Vibration) yaitu terjadi getaran pada tubuh pekerja yang bekerja sambil duduk atau sedang berdiri dimana landasannya yang menimbulkan getaran. Biasanya frekuensi getaran ini adalah sebesar 5-20 Hz. Getaran ini biasanya dialami oleh pengemudi kendaraan seperti : traktor, bus, helikopter atau bahkan kapal.
2. Getaran Lengan Tangan (Hand Arm Vibration) Getaran setempat atau getaran lengan tangan yaitu getaran yang merambat melalui tangan akibat pemakaian peralatan yang bergetar, frekuensinya biasanya antara 20-500 Hz. Frekuensi yang paling berbahaya adalah pada 128 Hz, karena tubuh manusia sangat peka pada frekuensi ini. Getaran ini berbahaya pada pekerjaan seperti :
a. Supir bajaj
b. Operator gergaji rantai
c. Tukang potong rambut
d. Gerinda
e. Penempa palu
Getaran yang terjadi pada setiap peralatan sangatlah berpengaruh terhadap umur (life time) alat tersebut. Banyak terjadi kerusakan alat atau sistem dikarenakan besarnya getaran yang terjadi selama alat/sistem tersebut beroperasi. Kerusakan alat/sistem di Industri berdampak besar pada kelancaran proses produksi dan ujung-ujungnya adalah penurunan profit perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut maka pengamatan getaran berlebih yang terjadi pada setiap peralatan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya getaran sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi.
Getaran diukur dengan menggunakan alat vibration meter. Dengan pengukuran menggunakan alat vibration meter, maka akan mendapatkan hasil yang akan dibandingkan dengan nilai ambang batas sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor KEP. 51/MEN/1999. Menurut Canadian Government Specification CDA/MS/NVSH 107 Vibration Limited Maintenance untuk mesin-mesin jenis elektrik motor yang kondisinya tidak baru, jika getaran yang ditimbulkan telah melampaui 130 dB atau 3,2 mm/detik (velocity) maka mesin tersebut perlu dilakukan pengecekan. Dan jika getaran yang ditimbulkan telah melampaui 135 dB atau 5,6 mm/detik (velocity) maka kondisi mesin harus diperbarui. Saat ini di Indonesia dipakai nilai ambang batas getaran berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor KEP. 51/MEN/1999.
2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Akibat Getaran
1. Umur
Umur sangat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja, apabila umur pekerja > 29 tahun maka pekerja lebih rentan untuk terkena gangguan atau keluhan kesehatan akibat dari getaran. Menurut Penelitian oleh M.A. Farkilla (1982) terdapat 51 pekerja yang menggunakan peralatan listrik yang bergetar selama 2 tahun menunjukkan melemahnya kekuatan pegangan tangan pada usia 25-34 tahun dan benar-benar menurun pada usia 36-42 tahun.
2. Pendidikan
Pendidikan sangat berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang mempunyai pendidikan makin tinggi maka pengetahuan tentang dampak negatif yang ditimbulkan akibat getaran dan penggunaan alat pelindung diri juga akan lebih baik. Pendidikan dikategorikan sebagai berikut : SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.
3. Masa Kerja
Masa kerja adalah waktu atau lamanya pekerja telah melakukan pekerjaan tersebut (dalam hitungan tahun), sehingga dapat mengetahui lamanya paparan bagi pekerja akibat getaran. Ketika masa kerja lebih lama dalam menggunakan alat getar maka pekerja lebih rentan untuk terkena dampak negatif akibat paparan getaran.
4. Lama Kerja
Lama kerja adalah waktu atau lamanya pekerja melakukan pekerjaan sehari-hari (< 8 jam atau > 8 jam perhari) sehingga dapat mengetahui lamanya paparan bagi pekerja akibat getaran. Menurut T.Matoba (1982) lamanya waktu pemajanan perhari kerja dapat meningkatkan keparahan gejala yang diderita pekerja akibat terpapar getaran.
Penggunaan APD (Sarung Tangan)
Penggunaan APD (sarung tangan) Penggunaan APD sangat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja. Apabila pekerja menggunakan APD (sarung tangan dengan menggunakan busa) merupakan salah satu cara untuk meminimalisasi resiko PAK (Penyakit Akibat Kerja) yang dapat dilihat dari keluhan pekerja terhadap getaran.
2.1.4 Pengaruh Getaran Terhadap Kesehatan
1. Getaran Umum (Whole Body Vibration)
Sesusai dengan tingkatnya dapat dibagi menjadi 3 macam :
Mengganggu kenyamanan kerja
Mempercepat timbulnya kelelahan kerja
Menimbulkan gangguan kesehatan tenaga kerja
Penentuan ke 3 macam tersebut berdasarkan 2 faktor yaitu :
1. Tingkat accelerasi / percepatan getaran
2. Frekuensi getaran
Tingkat accelerasi / percepatan getaran
Mengganggu kenyamanan : 0,01 0,1 m/dt2
Mempercepat timbulnya kelelahan : 0,1 1,1 m/dt2
Gangguan kesehatan ; 1 10 m/dt2
Tingkat percepatan ini diperbolehkan dengan batas waktu tertentu misalnya :
1 1,5 m/dt2 : 4 jam
1,5 3 m/dt2 : 2,5 jam
3 5 m/dt2 : 1 jam
5 6 m/dt2 : 25 menit
6,3 10 m/dt2 : 1 menit
Diatas 10 m/dt2 sama sekali tidak diperkenankan.
Frekuensi getaran : berpengaruh terhadap tubuh yaitu :
Sumbu Z : arah kaki kepala atau sebaliknya yaitu 4 8 Hz
Sumbu X : arah depan kebelakang atau sebaliknya
Sumbu Y : arah kanan kekiri atau sebaliknya
Sumbu X dan sumbu Y yaitu : 1 2 Hz
Gangguan kesehatan yang ditimbulkan Whole Body Vibration yaitu :
1. Gangguan aliran darah.
2. Gangguan syaraf pusat menyebabkan kelemahan degeneratif syaraf.
3. Gangguan metabolisme/ pencernaan / pertukaran oxygen dalam paru-paru.
4. Gangguan pada otot atau persendian.
Gejala yang timbul yaitu pusing, ngantuk, sakit perut, mual, pegal-pegal, kaki kesemutan. Mesin-mesin yang menghasilkan Whole Body Vibration biasanya berkisar antara 1 20 Hz. Efek terhadap gangguan kesehatan berlangsung jangka panjang. Pada stadium I Terjadi gangguan perut : kembung, mual, kolik usus. Terjadi gangguan penglihatan : mata berkunang kunang. Terjadi gangguan syaraf : insomnia, gangguan keseimbangan. Pada stadium II Terjadi gangguan : pada otot / sendi.
2. Getaran Setempat (Hand Arm Vibration)
Sensitivitas maximum pada frekuensi 12 16 Hz. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan adalah WFS ( White Fingers Syndrome ). Gangguan dapat berupa penyempiten pembuluh darah, gangguan syaraf perifer, gangguantulang sendi dan otot. Gejala yang timbul berupa jari-jari pucat dan kaku, mati rasa terhdap suhu/sentuhan. Terjadinya gejala tersebut memerlukan jangka waktu 3 6 tahun dengan melalui beberapa stadium yaitu :
Stadium I : Ujung jari pucat,rasa kaku pada waktu dingin atau bangun tidur. Stadium II : Perluasan jari pucat, kesemutan, rasa kaku.
Stadium III : Gejala semakin luas disertai rasa sakit yang hebat.
Efek Hand Arm Vibration
Efeknya lebih mudah dijelaskan daripada menguraikan patofisiologinya. Efek ini disebut sebagai sindrom getaran lengan yang terdiri atas :
a) Efek Vaskuler ( pemucatan pada episodik buku jari ujung yang bertambah parah pada suhu dingin (Phenomena Raynoud).
b) Efek Neurologik(buku jari ujung mengalami kesemutan atau baal.
Efek bersifat progresif apabila ada pemanjanan terhadap alat bergetar berlanjut dan terdapat menyebabkan dalam kasus yang parah, gangren. Alat-alat yang dipakai akan bergetar dan getaran tersebut disalurkan pada tangan, getaran-getaran dalam waktu singkat tidak berpengaruh pada tangan tetapi dalam jangka cukup lama akan menimbulkan pada tangan berupa :
a) Kelainan pada persyarafan dan peredaran darah. Gejala kelainan ini mirip dengan Phenomena Raynoud yaitu keadaan pucat dan biru dari anggota badan kedinginan, tanpa ada penyumbatan pembuluh darah tepi dan kelainan gizi. Phenomena Raynoud ini terjadi pada frekuensi sekitar 30-40 Hz.
b) Kerusakan-kerusakan pada persendian dan tulang. Pada kebanyakan tenaga kerja, tingkat akhir dari penyakit masih memungkinkan mereka bekerja dengan alat-alat yang bergetar. Namun pada berbagai hal, penyakit demikian memburuk, sehingga kapasitas kerja terganggu dan tenaga kerja harus menghentikan pekerjaannya. Dari sudut cacat kerja, perasaan nyeri kurang pentingnya dibanding dengan hilangnya perasaan tangan dan tidak dapat digunakan sebagai mestinya.
2.1.5 Pengendalian Getaran
Pada Whole Body Vibration
Tujuan utama dari pengendalian getaran adalah mengurangi banyaknya getaran dengan meredam resonansi yang timbul tanpa menimbulkan frekwensi resonansi yang baru , caranya memberi bantalan lunak antara tempat duduk dengan system suspensi, mengurangi waktu terpapar.
Hand Arm Vibration ada 4 cara untuk mengurangi bahaya keterpaparan vibrasi atau Hand Arm Vibration :
Dengan meredam peralatan disebelah dalam.
Dengan menyisipkan peredam antara tool housing dan tangan.
Mengoperasikan alat dengan remote controle.
Dengan mengurangi waktu terpapar dengan operator.
Pengendalian getaran dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Pengendalian secara teknis
a. Menggunakan peralatan kerja yang rendah intensitas getarannya (dilengkapi dengan damping atau peredam).
b. Menambah atau menyisipkan damping diantara tangan dan alat, misalnya membalut pegangan alat dengan karet.
c. Memelihara atau merawat peralatan dengan baik. Dengan mengganti bagian-bagian yang aus atau membeerikan pelumasan.
d. Menggunakan remote control. Tenaga kerja tidak terkena paparan getaran, karena dikendalikan dari jauh.
e. Meletakkan peralatan dengan teratur. Alat yang diletakkan diatas meja yang tidak stabil dan kuat dapat menimbulkan getaran disekililingnya.
2. Pengendalian secara administratif
Dengan cara mengatur waktu kerja, misalnya :
a. Merotasi pekerjaan. Apabila terdapat suatu pekerjaan yang dilakukan oleh 3 orang, maka dengan mengacu pada NAB yang ada, paparan getaran tidak sepenuhnya mengenai salah seseorang, akan tetapi bergantian, dari A,B dan kemudian C.
b. Mengurangi jam kerja, sehingga sesuai dengan NAB yang berlaku.
3. Pengendalian secara medis
Dapat dilakukan 4 langkah untuk pemulihan gejala akibat getaran supaya peredaran darah normal kembali, yaitu :
a. Pemanasan tangan dalam air panas.
b. Pemijitan.
c. Meniupkan udara panas ke tangan.
d. Menggerakkan tangan secara berputar.
4. Pemakaian alat pelindung diri (APD)
Pengurangan paparan dapat dilakukan dengan menggunakan sarung tangan yang telah dilengkapi peredam getar (busa). Efek-efek berbahaya dari paparan kerja terhadap getaran paling baik dicegah dengan memperbaiki desaign alat-alat yang bergetar tersebut, dan pemakaian sarung tangan pelindung. Resiko dapat juga dikurangi dengan memperpendek waktu paparan. Pemeriksaan sebelum penempatan dan pemeriksaan berkala mempermudah pengenalan dini individu-individu yang terutama rentan dan membantu mengurangi meluasnya masalah.
Tujuan Pengukuran Getaran
Pada saat dilakukan pengukuran getaran suatu mesin, maka akan timbul suatu pertanyaan,untuk apa sebenarnya dilakukan pengukuran tersebut. Dalam suatu pengukuran jelas bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan data, tetapi selanjutnya untuk apa data tersebut diambil. Ada beberapa tujuan pengambilan data getaran suatu mesin, tujuan tersebut adalah :
Pengukuran rutin
Pengukuran referensi (Baseline Measurement)
Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan
Trouble Shooting
Pengukuran Rutin:
Pengukuran yang dilakukan secara rutin dan periodik bertujuan untuk dapat mengetahui kerusakan yang terjadi pada suatu mesin secara dini, sehingga dengan informasi tersebut kita dapat menyusun jadual perbaikan dari suatu mesin.
Pengukuran Referensi:
Suatu pengukuran yang diambil pada saat suatu mesin dalam kondisi baik, kesetimbangannya maupun kelurusannya ataupun bagian-bagiannya yang lain, serta beroperasi dalam kondisi normal. Getaran hasil pengukuran tersebut sebagai acuan dan pembanding bagi pengukuran-pengukuran selanjutnya.
Pengukuran Sebelum dan Sesudah Perbaikan:
Pengukuran yang dilakukan sebelum perbaikan sehingga dapat memberikan informasi pada kita mesin mana yang membutuhkan perbaikan dan mana yang tidak. Pengukuran yang dilakukan setelah perbaikan sehingga dapat memberikan informasi pada kita bahwa masalah yang terjadi pada mesin tersebut telah selesai, hal tersebut sekaligus juga memberikan informasi pada kita bahwa pekerjaan perbaikan yang kita lakukan berhasil dengan baik.
Trouble Shooting:
Pengukuran getaran dilakukan pada suatu mesin yang mempunyai level getaran cukup tinggi, yang diperkirakan terjadi akibat adanya kelainan pada mesin tersebut. Pengukuran getaran ini mempunyaj tujuan untuk menganalisa bagian mana dari mesin tersebut yang mengalami kelainan kerusakan.
Alat dan Cara Pengukuran Getaran
Dalam pengambilan data suatu getaran agar supaya informasi mengenai data getaran tersebut mempunyai arti, maka kita harus mengenal dengan baik alat yang akan kita gunakan. Ada beberapa alat standard yang biasanya digunakan dalam suatu pengukuran getaran antara lain
Vibration meter
Vibration analyzer
Shock Pulse Meter
Osiloskop
Pemilihan dari tipe instrumen-instrumen tersebut bergantung pada kemampuan dari instrumen itu terhadap tujuan kita melakukan pengukuran dan persyaratan personal yang menggunakannya.
Vibration meter
Vibration meter biasanya bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah dibawa dan dioperasikan dengan battery serta dapat mengambil data getaran pada suatu mesin dengan cepat. Pada umumnya terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter untuk menampilkan harga getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch selector untuk memilih parameter getaran yang akan diukur. Vibration meter ini hanya membaca harga overall (besarnya level getaran) tanpa memberikan informasi mengenai frekuensi dari getaran tersebut. Pemakaian alat ini cukup mudah sehingga tidak diperlukan seorang operator yang harus ahli dalam bidang getaran. Pada umumnya alat ini digunakan untuk memonitor "trend getaran" dari suatu mesin. Jika trend getaran suatu mesin menunjukkan kenaikan melebihi level getaran yang diperbolehkan, maka akan dilakukan analisa lebih lanjut dengan menggunakan alat yang lebih lengkap.
Vibration Analyzer
Alat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur amplitude dan frekuensi getaran yang akan dianalisa. Karena biasanya sebuah mesin mempunyai lebih dari satu frekuensi getaran yang ditimbulkan, frekuensi getaran yang timbul tersebut akan sesuai dengan kerusakan yang tedadi pada mesin tersebut. Alat ini biasanya dilengkapi dengan meter untuk membaca amplitudo getaran yang biasanya juga menyediakan beberapa pilihan skala. Alat ini juga memberikan informasi mengenai data spektrum dari getaran yang terjadi, yaitu data amplitudo terhadap frekuensinya, data ini sangat berguna untuk analisa kerusakan suatu mesin. Dalam pengoperasiannya vibration analyzer ini membutuhkan seorang operator yang sedikit mengerti mengenai analisa vibrasi.
Shock Pulse Meter
Shock pulse meter adalah , alat yang khusus untuk memonitoring kondisi antifriction bearing yang biasanya sulit dideteksi dengan metode analisa getaran yang konvensional. Prinsip kerja dari shock pulse meter ini adalah mengukur gelombang kejut akibat terjadi gaya impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah yang mengindikasikan besarnya kerusakan dari bearing tersebut. Pads sistem SPM ini biasanya memakai tranduser piezo-electric yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai frekwensi resonansi sekitar 32 KHz. Dengan menggunakan probe tersebut maka SPM ini dapat mengurangi pengaruh getaran terhadap pengukuran besarnya impact yang terjadi. Pemilihan titik ukur pada rumah bearing adalah sangat penting karena gelombang kejut ditransmisikan dari bearing ke tranduser melalui dinding dari rumah bearing, sehingga sinyal tersebut bisa berkurang karena terjadi pelemahan pada saat perjalanan sinyal tersebut. Beberapa prinsip yang secara umum bisa dipakai sebagi acuan dalam menentukan titik ukur adalah:
Jejak sinyal antara bearing dengan probe harus sedekat mungkin.
Probe harus ditempatkan sedekat mungkin terhadap daerah beban dari bearing.
Lintasan sinyal harus terdiri dari satu sistem mekanis antara bearing dengan rumah bearing. Sebagai contoh, apabila pada rumah bearing digunakan cover sebagai sistem mekanis kedua, maka titik ukur tidak boleh diambil pada posisi ini.
Osciloskop
Osciloskop adalah salah satu peralatan yang berguna untuk melengkapi data getaran yang akan dianalisa. Sebuah osciloskop dapat memberikan sebuah informasi mengenai bentuk gelombang dari getaran suatu mesin. Beberapa kerusakan mesin dapat diiden-tifikasi dengan melihat bentuk gelombang getaran yang dihasilkan, sebagai contoh, kerusakan akibat unbalance atau misalignment akan menghasilkan bentuk gelombang yang spesifik, begitu juga apabila terjadi kelonggaran mekanis (mechanical looseness), oil whirl atau kerusakan pada anti friction bearing dapat menghasilkan gelombang dengan bentuk-bentuk tertentu. Osiloskop juga dapat memberikan informasi tambahan yaitu : untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari tranduser non- contact (proximitor). Data ini dapat memberikan informasi pada kita mengenai posisi dan getaran shaft relatif terhadap rumah bearing, ini biasanya digunakan pada mesin- mesin yang besar dan menggunakan sleeve bearing (bantalan luncur). Disamping itu dengan menggunakan dual osciloscop (yang memberikan fasilitas pembacaan vertikal maupun horizontal), dan minimal dua tranduser non-contact pada posisi vertikal dan horizontal maka kita dapat menganalisa kerusakan suatu mesin ditinjau dari bentuk "orbit"nya.
Teknik Pengukuran Getaran Mesin
Posisi dan Arah Pengukuran
Pengukuran getaran pada suatu mesin secara normal diambil pada bearing dari mesin tersebut. Tranduser sebaiknya harus ditempatkan sedekat mungkin dengan bearing mesin karena melalui bearing tersebut gaya getaran dari mesin ditransmisikan. Gerakan bearing adalah merupakan hasil reaksi gaya dari mesin tersebut: Disamping karakteristik getaran seperti : Amplitudo, frekuensi dan phase, ada karakteistik lain dari getaran yang juga mempunyai arti yang sangat penting yaitu arah dari gerakan getaran, hingga perlu bagi kita untuk mengukur getaran dari berbagai arah. Pengalaman menunjukkan bahwa ada tiga arah pengukuran yang sangat penting yaitu horizontal, vertikal, dan axial. Arah horizontal dan vertikal bearing disebut dengan arah radial. Arah pengukuran ini biasanya didasarkan pada posisi sumbu tranduser terhadap sumbu putaran dari shaft mesin. Arah ini juga sangat penting artinya dalam analisa suatu getaran.
Standard
Dalam membicarakan getaran kita harus mengetahui batasan - batasan level getaran yang menunjukkan kondisi suatu mesin, apakah mesin tersebut masih baik (layak beroperasi) ataukah mesin tersebut sudah mengalami suatu masalah sehingga memerlukan perbaikan. Dalam sub bab ini disajikan beberapa macam standard mengenai batasan-batasan level getaran yang umum digunakan.
Gambar. 2.1
Sumber: PCH Engineering The Vibration Monitoring Specialists.
Getaran keseluruhan sering diukur menurut ISO 10816-3 sebagai pedoman umum. Standar ini mendefinisikan tingkat alarm kecepatan keseluruhan untuk empat kelompok mesin, yang berkisar menurut ukuran dan pondasi dasarnya. PCH Engineering A / S menawarkan berbagai alat pengukur getaran portabel yang mudah digunakan. Mereka terutama ditujukan untuk pengukuran tingkat getaran keseluruhan oleh orang-orang pemeliharaan
2.4 Perhitungan atau Evaluasi dari Nilai Ambang Batas dan Standar Nasional Indonesia Pada Getaran.
Nilai Ambang Batas Getaran
Nilai ambang batas adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
Untuk mengetahui pengaruh getaran pada kesehatan kerja, maka perlu diketahui nilai ambang batas dari getaran ini. Cara untuk mengetahui nilai ambang batas dilakukan dengan mengukur getaran yang ada kemudian dibandingkan dengan NAB yang diijinkan. Berikut ini NAB getaran berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-51/MEN/1999. Tabel Nilai Ambang Batas Getaran untuk Pemajanan Lengan dan Tangan.
Tabel. 2.1
Jumlah waktu pemaparan
Per hari kerja
Nilai percepatan pada frekuensi dominan
Meter per detik kuadrat
(m/det2)
Gravitasi
(m/det2)
4 jam dan kurang dari 8 jam
4
0,40
2 jam dan kurang dari 4 jam
6
0,61
1 jam dan kurang dari 2 jam
8
0,81
Kurang dari 1 jam
12
1,22
Catatan:
1 Gravitasi = 9,81 m/det2
Sumber: Permenakertrans
Nilai Ambang Batas untuk durasi pajanan getaran tangan dan lengan selain yang tercantum pada Tabel, dapat dihitung dengan rumus:
𝑡𝑝𝑎𝑗𝑎𝑛𝑎𝑛 = 8𝑗am 5 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘2 2
𝑎𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟
Keterangan:
t = durasi pajanan dalam jam
a = nilai hasil pengukuran akselerasi getaran tangan dan lengan (meter/detik2)
Getaran Seluruh Tubuh
Faktor Pembebanan Getaran Seluruh Tubuh (aksis x, y dan z)
Sumber: Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
Masing-masing Aksis (x, y dan z)
Nilai Ambang Batas Pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk Aksis x atau y
Nilai Ambang Batas Pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk Aksis z
Resultan 3 Aksis(x, y dan z)
Nilai Ambang Batas Ceiling untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh resultan 3 aksis (x, y, dan z) adalah sebesar 1,15 meter/detik2.
Resultan untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk resultan 3 aksis (x, y, dan z) dihitung dengan rumus:
Dimana
Aw(x,y,z) = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rmsacceleration) untuk aksis (x,y,z)
Wf(x,y,z) = faktor pembebanan untuk aksis (x,y,z) pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Af(x,y,z) = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis (x,y,z) pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Faktor Pembebanan untuk Menghitung Resultan Getaran Seluruh Tubuh untuk Pajanan 8 Jam per Hari
Frekuensi
(Hertz)
Faktor Pembebanan
Vibrasi Longitudinal z
Vibrasi Transversal x, y
1
0,5
1
1,25
0,56
1
1,6
0,63
1
2
0,71
1
2,5
0,8
0,8
3,15
0,9
0,63
4
1
0,5
5
1
0,4
6,3
1
0,315
8
1
0,25
10
0,8
0,2
12,5
0,63
0,16
16
0,5
0,125
20
0,4
0,1
25
0,315
0,08
31,5
0,25
0,063
40
0,2
0,05
50
0,16
0,04
63
0,125
0,0315
80
0,1
0,025
Resultan 3 aksis (x, y, danz) dengan Crest Factor > 6 hingga 9
Nilai Ambang Batas untuk pajanan getaran seluruh tubuh yang memiliki nilai perbandingan akselerasi tertinggi dengan akselerasi terendah (crest factor) antara 6-9 untuk 8 jam kerja per hari adalah 0,8661.
Sedangkan NAB getaran seluruh tubuh dengan crest factor 6-9 untuk durasi pajanan tertentu dapat dilihat pada Tabel berikut:
NAB ini tidak berlaku untuk pajanan kurang dari 10 menit.
Resultan untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh dengan crest factor 6-9 untuk 3 aksis (x, y, dan z) dihitung dengan rumus:
awl(8) = pajanan harian getaran selama 8 jam untuk aksis x, y dan z (ms-2 rms)
awlj = nilai total pembebanan akselerasi pada aksis x , y atau z selama periode pajanan j (ms-2 rms).
Untuk nilai pembebanan lihat Tabel
T0 = durasi selama periode pajanan j (detik)
•Resultan3 Aksis(x, y danz) denganCrest Factor > 9
Untuk getaran seluruh tubuh dengan crest factor > 9, maka perhitungan NAB getaran seluruh tubuh (Vibration Dose Value/VDV) dihitung dalam setiap aksis x, y dan z sebagai berikut:
Keterangan:
VDV = Vibration Dose Value (meter per detik1,75rmq)
Kl= faktor pengali untuk setiap arah (k = 1,4 untuk l = x, y; k = 1,0 untuk l = z)
T = durasi pajanan (detik atau jam)
T0= referensi durasi 8 jam atau 28.800 detik (detik atau jam)
awl (t)= besar akselerasi yang terukur (the weighted acceleration) masing-masing aksis (x,y, x) sebagai fungsi waktu antara 0,5 dan 80 Hz (meter per detik1,75rmq)
Perhitungan VDV tidak berlaku untuk pajanan yang melebihi 8 jam. Nilai Ambang Batas (NAB) Ceiling sebesar 17,0 meter per detik 1,75.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-49/MENLH/11/1996:
Dalam suatu pengukuran jelas bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan data. tujuan tersebut adalah: Pengukuran rutin, Pengukuran referensi (Baseline Measurement), Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan, Trouble Shooting.
Ada beberapa alat standard yang biasanya digunakan dalam suatu pengukuran getaran antara lain: Vibration meter, Vibration analyzer, Shock Pulse Meter, Osiloskop.
Untuk mengetahui pengaruh getaran pada kesehatan kerja, maka perlu diketahui nilai ambang batas dari getaran ini. Cara untuk mengetahui nilai ambang batas dilakukan dengan mengukur getaran yang ada kemudian dibandingkan dengan NAB yang diijinkan.
Saran
Untuk menghindari getaran yang meyebabkan gangguan pada tubuh sehingga perlu dilakukan pengukuran intensitas getaran untuk mengetahui sampai sejauh mana mengganggu kenyamanan atau kesehatan pelaku kerja. Gunakanlah APD dalam melaksanakan pekerjaan untuk mengurangi PAK. Getaran sangat berpengaruh terhadap kesehatan, untuk itu harus tahu pengaruh atau dampaknya terhadap tubuh.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional
Permena.PDF
SNI-NAB.PDF
SKF. Vibration Diagnostic Guide. SKF Condition Monitoring, CM 5003 : Author
Gempur,Santoso.2004. Ergonomi,Manusia,Peralatan dan Lingkungan. Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta
http://k3pelakan.blogspot.com/2010/10/getaran.html
Yefrichan.wordpress.com/category/getaran-mekanik/
Batikyogya.wordpress.com/2007/08/16/63
http://www.cets-uii.org/BML/Getaran/kepmen4996/
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menggunakan peralatan untuk beraktivitas. Di dalam peralatan itu pasti tidak hanya peralatan yang manual, akan tetapi juga perlatan yang menggunakan motor. Di dalam peralatan itu pasti terdapat getaran-getaran yang ditimbulkan yang dirasakan oleh tubuh kita. Intensitas getaran mekanis adalah bentuk dari dari energi mekanis yang dihasilkan oleh mesin atau alat-alat mekanis yang digerakan oleh motor dan getaran mekanis adalah merupakan salah satu faktor bahaya di tempat kerja yang disebabkan oleh peralatan atau mesin yang sedang dioperasikan. Getaran yang ditimbulkan oleh mesin apabila menghantar ke tubuh manusia melalui tangan, lengan, kaki, atau anggota tubuh lainnya yang akan menimbulkan gangguan kenyamanan sampai gangguan kesehatan. Sehingga perlu dilakukan pengukuran intensitas getaran untuk mengetahui sampai sejauh mana mengganggu kenyamanan atau kesehatan pelaku kerja. Seperti telah diketahui bersama peralatan atau mesin pada saat dioperasikan akan menimbulkan getaran, disamping timbulnya kebisingan. Getaran tidak hanya ditimbulkan peralatan atau mesin yang tidak bergerak seperti dalam suatu industri, tetapi terjadi juga pada peralatan berat. Ergonomi merupakan salah satu segi dari padanya, yang juga memuat aspek-aspek perlindungan tenaga kerja. Satu diantaranya adalah adanya norma-norma yang mengatur kesesuaian ukuran alat kerja dengan manusianya. Dalam meningkatkan produksi digunakan mesin mesin dan alat kerja modern. Penggunaan alat kerja modern selain meningkatkan juga mempunyai efek samping dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan tenaga kerja untuk menghindarinya maka diperlukan teknologi pengendaliannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan getaran?
1.2.2 Apa saja tujuan pengukuran getaran?
1.2.3 Apa saja alat dan bagaimana cara mengukuran getaran?
1.2.4 Bagaimana cara perhitungan/evaluasi dari nilai ambang batas dan standar nasional Indonesia pada getaran?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari getaran.
1.3.2 Untuk mengetahui tujuan pengukuran getaran.
1.3.3 Untuk mengetahui alat dan bagaimana cara pengukuran getaran.
1.3.4 Untuk mengetahui cara perhitungan/evaluasi dari nilai ambang batas dan standar nasional Indonesia pada getaran.
1.4 Manfaat
Untuk mendapatkan pengetahuan tentang Hygiene Industri di Lingkungan Kerja tentang Getaran.
BAB II
PEMBAHASAN
Tinjauan Umum Tentang Getaran
Pengertian Getaran
Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-49/MENLH/11/1996:
Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan.
Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia.
Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia.
Getaran kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba-tiba dan sesaat.
Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan.
Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan seimbang. Getaran terjadi saat mesin atau alat dijalankan dengan motor sehingga pengaruhnya bersifat mekanis. Getaran ialah gerakan ossilasi disekitar sebuah titik. Vibrasi adalah getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis, misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya. Getaran merupakan efek suatu sumber yang memakai satuan ukuran hertz. Getaran (vibrasi) adalah suatu faktor fisik yang menjalar ke tubuh manusia mulai dari tangan sampai ke seluruh tubuh turut bergetar (oscilation) akibat getaran paralatan mekanis yang dipergunakan dalam tempat kerja.
Getaran adalah suatu faktor fisik yang bekerja pada manusia dengan penjalaran (transmission) dari pada tenaga mekanik yang berasal dari sumber goyangan (osilattor). Getaran kerja adalah getaran mekanis yang ada ditempat kerja dan berpengaruh terhadap tenaga kerja. Getaran dihasilkan oleh :
Mesin-mesin diesel, mesin produksi
Kendaraan-kendaraan, tractor, truk, bus, tank dll
Alat-alat kerja tangan ( hand tool ) dengan menggunakan mesin : jack hammer (pembuka jalan), pneumatic hammer (pabrik besi), jack lec drill (pengebor batu gunung, karang dll).
2.1.2 Jenis-jenis Getaran
1. Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body Vibration) Getaran pada seluruh tubuh atau getaran umum (Whole Body Vibration) yaitu terjadi getaran pada tubuh pekerja yang bekerja sambil duduk atau sedang berdiri dimana landasannya yang menimbulkan getaran. Biasanya frekuensi getaran ini adalah sebesar 5-20 Hz. Getaran ini biasanya dialami oleh pengemudi kendaraan seperti : traktor, bus, helikopter atau bahkan kapal.
2. Getaran Lengan Tangan (Hand Arm Vibration) Getaran setempat atau getaran lengan tangan yaitu getaran yang merambat melalui tangan akibat pemakaian peralatan yang bergetar, frekuensinya biasanya antara 20-500 Hz. Frekuensi yang paling berbahaya adalah pada 128 Hz, karena tubuh manusia sangat peka pada frekuensi ini. Getaran ini berbahaya pada pekerjaan seperti :
a. Supir bajaj
b. Operator gergaji rantai
c. Tukang potong rambut
d. Gerinda
e. Penempa palu
Getaran yang terjadi pada setiap peralatan sangatlah berpengaruh terhadap umur (life time) alat tersebut. Banyak terjadi kerusakan alat atau sistem dikarenakan besarnya getaran yang terjadi selama alat/sistem tersebut beroperasi. Kerusakan alat/sistem di Industri berdampak besar pada kelancaran proses produksi dan ujung-ujungnya adalah penurunan profit perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut maka pengamatan getaran berlebih yang terjadi pada setiap peralatan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya getaran sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi.
Getaran diukur dengan menggunakan alat vibration meter. Dengan pengukuran menggunakan alat vibration meter, maka akan mendapatkan hasil yang akan dibandingkan dengan nilai ambang batas sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor KEP. 51/MEN/1999. Menurut Canadian Government Specification CDA/MS/NVSH 107 Vibration Limited Maintenance untuk mesin-mesin jenis elektrik motor yang kondisinya tidak baru, jika getaran yang ditimbulkan telah melampaui 130 dB atau 3,2 mm/detik (velocity) maka mesin tersebut perlu dilakukan pengecekan. Dan jika getaran yang ditimbulkan telah melampaui 135 dB atau 5,6 mm/detik (velocity) maka kondisi mesin harus diperbarui. Saat ini di Indonesia dipakai nilai ambang batas getaran berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor KEP. 51/MEN/1999.
2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Akibat Getaran
1. Umur
Umur sangat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja, apabila umur pekerja > 29 tahun maka pekerja lebih rentan untuk terkena gangguan atau keluhan kesehatan akibat dari getaran. Menurut Penelitian oleh M.A. Farkilla (1982) terdapat 51 pekerja yang menggunakan peralatan listrik yang bergetar selama 2 tahun menunjukkan melemahnya kekuatan pegangan tangan pada usia 25-34 tahun dan benar-benar menurun pada usia 36-42 tahun.
2. Pendidikan
Pendidikan sangat berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang mempunyai pendidikan makin tinggi maka pengetahuan tentang dampak negatif yang ditimbulkan akibat getaran dan penggunaan alat pelindung diri juga akan lebih baik. Pendidikan dikategorikan sebagai berikut : SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.
3. Masa Kerja
Masa kerja adalah waktu atau lamanya pekerja telah melakukan pekerjaan tersebut (dalam hitungan tahun), sehingga dapat mengetahui lamanya paparan bagi pekerja akibat getaran. Ketika masa kerja lebih lama dalam menggunakan alat getar maka pekerja lebih rentan untuk terkena dampak negatif akibat paparan getaran.
4. Lama Kerja
Lama kerja adalah waktu atau lamanya pekerja melakukan pekerjaan sehari-hari (< 8 jam atau > 8 jam perhari) sehingga dapat mengetahui lamanya paparan bagi pekerja akibat getaran. Menurut T.Matoba (1982) lamanya waktu pemajanan perhari kerja dapat meningkatkan keparahan gejala yang diderita pekerja akibat terpapar getaran.
Penggunaan APD (Sarung Tangan)
Penggunaan APD (sarung tangan) Penggunaan APD sangat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja. Apabila pekerja menggunakan APD (sarung tangan dengan menggunakan busa) merupakan salah satu cara untuk meminimalisasi resiko PAK (Penyakit Akibat Kerja) yang dapat dilihat dari keluhan pekerja terhadap getaran.
2.1.4 Pengaruh Getaran Terhadap Kesehatan
1. Getaran Umum (Whole Body Vibration)
Sesusai dengan tingkatnya dapat dibagi menjadi 3 macam :
Mengganggu kenyamanan kerja
Mempercepat timbulnya kelelahan kerja
Menimbulkan gangguan kesehatan tenaga kerja
Penentuan ke 3 macam tersebut berdasarkan 2 faktor yaitu :
1. Tingkat accelerasi / percepatan getaran
2. Frekuensi getaran
Tingkat accelerasi / percepatan getaran
Mengganggu kenyamanan : 0,01 0,1 m/dt2
Mempercepat timbulnya kelelahan : 0,1 1,1 m/dt2
Gangguan kesehatan ; 1 10 m/dt2
Tingkat percepatan ini diperbolehkan dengan batas waktu tertentu misalnya :
1 1,5 m/dt2 : 4 jam
1,5 3 m/dt2 : 2,5 jam
3 5 m/dt2 : 1 jam
5 6 m/dt2 : 25 menit
6,3 10 m/dt2 : 1 menit
Diatas 10 m/dt2 sama sekali tidak diperkenankan.
Frekuensi getaran : berpengaruh terhadap tubuh yaitu :
Sumbu Z : arah kaki kepala atau sebaliknya yaitu 4 8 Hz
Sumbu X : arah depan kebelakang atau sebaliknya
Sumbu Y : arah kanan kekiri atau sebaliknya
Sumbu X dan sumbu Y yaitu : 1 2 Hz
Gangguan kesehatan yang ditimbulkan Whole Body Vibration yaitu :
1. Gangguan aliran darah.
2. Gangguan syaraf pusat menyebabkan kelemahan degeneratif syaraf.
3. Gangguan metabolisme/ pencernaan / pertukaran oxygen dalam paru-paru.
4. Gangguan pada otot atau persendian.
Gejala yang timbul yaitu pusing, ngantuk, sakit perut, mual, pegal-pegal, kaki kesemutan. Mesin-mesin yang menghasilkan Whole Body Vibration biasanya berkisar antara 1 20 Hz. Efek terhadap gangguan kesehatan berlangsung jangka panjang. Pada stadium I Terjadi gangguan perut : kembung, mual, kolik usus. Terjadi gangguan penglihatan : mata berkunang kunang. Terjadi gangguan syaraf : insomnia, gangguan keseimbangan. Pada stadium II Terjadi gangguan : pada otot / sendi.
2. Getaran Setempat (Hand Arm Vibration)
Sensitivitas maximum pada frekuensi 12 16 Hz. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan adalah WFS ( White Fingers Syndrome ). Gangguan dapat berupa penyempiten pembuluh darah, gangguan syaraf perifer, gangguantulang sendi dan otot. Gejala yang timbul berupa jari-jari pucat dan kaku, mati rasa terhdap suhu/sentuhan. Terjadinya gejala tersebut memerlukan jangka waktu 3 6 tahun dengan melalui beberapa stadium yaitu :
Stadium I : Ujung jari pucat,rasa kaku pada waktu dingin atau bangun tidur. Stadium II : Perluasan jari pucat, kesemutan, rasa kaku.
Stadium III : Gejala semakin luas disertai rasa sakit yang hebat.
Efek Hand Arm Vibration
Efeknya lebih mudah dijelaskan daripada menguraikan patofisiologinya. Efek ini disebut sebagai sindrom getaran lengan yang terdiri atas :
a) Efek Vaskuler ( pemucatan pada episodik buku jari ujung yang bertambah parah pada suhu dingin (Phenomena Raynoud).
b) Efek Neurologik(buku jari ujung mengalami kesemutan atau baal.
Efek bersifat progresif apabila ada pemanjanan terhadap alat bergetar berlanjut dan terdapat menyebabkan dalam kasus yang parah, gangren. Alat-alat yang dipakai akan bergetar dan getaran tersebut disalurkan pada tangan, getaran-getaran dalam waktu singkat tidak berpengaruh pada tangan tetapi dalam jangka cukup lama akan menimbulkan pada tangan berupa :
a) Kelainan pada persyarafan dan peredaran darah. Gejala kelainan ini mirip dengan Phenomena Raynoud yaitu keadaan pucat dan biru dari anggota badan kedinginan, tanpa ada penyumbatan pembuluh darah tepi dan kelainan gizi. Phenomena Raynoud ini terjadi pada frekuensi sekitar 30-40 Hz.
b) Kerusakan-kerusakan pada persendian dan tulang. Pada kebanyakan tenaga kerja, tingkat akhir dari penyakit masih memungkinkan mereka bekerja dengan alat-alat yang bergetar. Namun pada berbagai hal, penyakit demikian memburuk, sehingga kapasitas kerja terganggu dan tenaga kerja harus menghentikan pekerjaannya. Dari sudut cacat kerja, perasaan nyeri kurang pentingnya dibanding dengan hilangnya perasaan tangan dan tidak dapat digunakan sebagai mestinya.
2.1.5 Pengendalian Getaran
Pada Whole Body Vibration
Tujuan utama dari pengendalian getaran adalah mengurangi banyaknya getaran dengan meredam resonansi yang timbul tanpa menimbulkan frekwensi resonansi yang baru , caranya memberi bantalan lunak antara tempat duduk dengan system suspensi, mengurangi waktu terpapar.
Hand Arm Vibration ada 4 cara untuk mengurangi bahaya keterpaparan vibrasi atau Hand Arm Vibration :
Dengan meredam peralatan disebelah dalam.
Dengan menyisipkan peredam antara tool housing dan tangan.
Mengoperasikan alat dengan remote controle.
Dengan mengurangi waktu terpapar dengan operator.
Pengendalian getaran dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Pengendalian secara teknis
a. Menggunakan peralatan kerja yang rendah intensitas getarannya (dilengkapi dengan damping atau peredam).
b. Menambah atau menyisipkan damping diantara tangan dan alat, misalnya membalut pegangan alat dengan karet.
c. Memelihara atau merawat peralatan dengan baik. Dengan mengganti bagian-bagian yang aus atau membeerikan pelumasan.
d. Menggunakan remote control. Tenaga kerja tidak terkena paparan getaran, karena dikendalikan dari jauh.
e. Meletakkan peralatan dengan teratur. Alat yang diletakkan diatas meja yang tidak stabil dan kuat dapat menimbulkan getaran disekililingnya.
2. Pengendalian secara administratif
Dengan cara mengatur waktu kerja, misalnya :
a. Merotasi pekerjaan. Apabila terdapat suatu pekerjaan yang dilakukan oleh 3 orang, maka dengan mengacu pada NAB yang ada, paparan getaran tidak sepenuhnya mengenai salah seseorang, akan tetapi bergantian, dari A,B dan kemudian C.
b. Mengurangi jam kerja, sehingga sesuai dengan NAB yang berlaku.
3. Pengendalian secara medis
Dapat dilakukan 4 langkah untuk pemulihan gejala akibat getaran supaya peredaran darah normal kembali, yaitu :
a. Pemanasan tangan dalam air panas.
b. Pemijitan.
c. Meniupkan udara panas ke tangan.
d. Menggerakkan tangan secara berputar.
4. Pemakaian alat pelindung diri (APD)
Pengurangan paparan dapat dilakukan dengan menggunakan sarung tangan yang telah dilengkapi peredam getar (busa). Efek-efek berbahaya dari paparan kerja terhadap getaran paling baik dicegah dengan memperbaiki desaign alat-alat yang bergetar tersebut, dan pemakaian sarung tangan pelindung. Resiko dapat juga dikurangi dengan memperpendek waktu paparan. Pemeriksaan sebelum penempatan dan pemeriksaan berkala mempermudah pengenalan dini individu-individu yang terutama rentan dan membantu mengurangi meluasnya masalah.
Tujuan Pengukuran Getaran
Pada saat dilakukan pengukuran getaran suatu mesin, maka akan timbul suatu pertanyaan,untuk apa sebenarnya dilakukan pengukuran tersebut. Dalam suatu pengukuran jelas bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan data, tetapi selanjutnya untuk apa data tersebut diambil. Ada beberapa tujuan pengambilan data getaran suatu mesin, tujuan tersebut adalah :
Pengukuran rutin
Pengukuran referensi (Baseline Measurement)
Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan
Trouble Shooting
Pengukuran Rutin:
Pengukuran yang dilakukan secara rutin dan periodik bertujuan untuk dapat mengetahui kerusakan yang terjadi pada suatu mesin secara dini, sehingga dengan informasi tersebut kita dapat menyusun jadual perbaikan dari suatu mesin.
Pengukuran Referensi:
Suatu pengukuran yang diambil pada saat suatu mesin dalam kondisi baik, kesetimbangannya maupun kelurusannya ataupun bagian-bagiannya yang lain, serta beroperasi dalam kondisi normal. Getaran hasil pengukuran tersebut sebagai acuan dan pembanding bagi pengukuran-pengukuran selanjutnya.
Pengukuran Sebelum dan Sesudah Perbaikan:
Pengukuran yang dilakukan sebelum perbaikan sehingga dapat memberikan informasi pada kita mesin mana yang membutuhkan perbaikan dan mana yang tidak. Pengukuran yang dilakukan setelah perbaikan sehingga dapat memberikan informasi pada kita bahwa masalah yang terjadi pada mesin tersebut telah selesai, hal tersebut sekaligus juga memberikan informasi pada kita bahwa pekerjaan perbaikan yang kita lakukan berhasil dengan baik.
Trouble Shooting:
Pengukuran getaran dilakukan pada suatu mesin yang mempunyai level getaran cukup tinggi, yang diperkirakan terjadi akibat adanya kelainan pada mesin tersebut. Pengukuran getaran ini mempunyaj tujuan untuk menganalisa bagian mana dari mesin tersebut yang mengalami kelainan kerusakan.
Alat dan Cara Pengukuran Getaran
Dalam pengambilan data suatu getaran agar supaya informasi mengenai data getaran tersebut mempunyai arti, maka kita harus mengenal dengan baik alat yang akan kita gunakan. Ada beberapa alat standard yang biasanya digunakan dalam suatu pengukuran getaran antara lain
Vibration meter
Vibration analyzer
Shock Pulse Meter
Osiloskop
Pemilihan dari tipe instrumen-instrumen tersebut bergantung pada kemampuan dari instrumen itu terhadap tujuan kita melakukan pengukuran dan persyaratan personal yang menggunakannya.
Vibration meter
Vibration meter biasanya bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah dibawa dan dioperasikan dengan battery serta dapat mengambil data getaran pada suatu mesin dengan cepat. Pada umumnya terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter untuk menampilkan harga getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch selector untuk memilih parameter getaran yang akan diukur. Vibration meter ini hanya membaca harga overall (besarnya level getaran) tanpa memberikan informasi mengenai frekuensi dari getaran tersebut. Pemakaian alat ini cukup mudah sehingga tidak diperlukan seorang operator yang harus ahli dalam bidang getaran. Pada umumnya alat ini digunakan untuk memonitor "trend getaran" dari suatu mesin. Jika trend getaran suatu mesin menunjukkan kenaikan melebihi level getaran yang diperbolehkan, maka akan dilakukan analisa lebih lanjut dengan menggunakan alat yang lebih lengkap.
Vibration Analyzer
Alat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur amplitude dan frekuensi getaran yang akan dianalisa. Karena biasanya sebuah mesin mempunyai lebih dari satu frekuensi getaran yang ditimbulkan, frekuensi getaran yang timbul tersebut akan sesuai dengan kerusakan yang tedadi pada mesin tersebut. Alat ini biasanya dilengkapi dengan meter untuk membaca amplitudo getaran yang biasanya juga menyediakan beberapa pilihan skala. Alat ini juga memberikan informasi mengenai data spektrum dari getaran yang terjadi, yaitu data amplitudo terhadap frekuensinya, data ini sangat berguna untuk analisa kerusakan suatu mesin. Dalam pengoperasiannya vibration analyzer ini membutuhkan seorang operator yang sedikit mengerti mengenai analisa vibrasi.
Shock Pulse Meter
Shock pulse meter adalah , alat yang khusus untuk memonitoring kondisi antifriction bearing yang biasanya sulit dideteksi dengan metode analisa getaran yang konvensional. Prinsip kerja dari shock pulse meter ini adalah mengukur gelombang kejut akibat terjadi gaya impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah yang mengindikasikan besarnya kerusakan dari bearing tersebut. Pads sistem SPM ini biasanya memakai tranduser piezo-electric yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai frekwensi resonansi sekitar 32 KHz. Dengan menggunakan probe tersebut maka SPM ini dapat mengurangi pengaruh getaran terhadap pengukuran besarnya impact yang terjadi. Pemilihan titik ukur pada rumah bearing adalah sangat penting karena gelombang kejut ditransmisikan dari bearing ke tranduser melalui dinding dari rumah bearing, sehingga sinyal tersebut bisa berkurang karena terjadi pelemahan pada saat perjalanan sinyal tersebut. Beberapa prinsip yang secara umum bisa dipakai sebagi acuan dalam menentukan titik ukur adalah:
Jejak sinyal antara bearing dengan probe harus sedekat mungkin.
Probe harus ditempatkan sedekat mungkin terhadap daerah beban dari bearing.
Lintasan sinyal harus terdiri dari satu sistem mekanis antara bearing dengan rumah bearing. Sebagai contoh, apabila pada rumah bearing digunakan cover sebagai sistem mekanis kedua, maka titik ukur tidak boleh diambil pada posisi ini.
Osciloskop
Osciloskop adalah salah satu peralatan yang berguna untuk melengkapi data getaran yang akan dianalisa. Sebuah osciloskop dapat memberikan sebuah informasi mengenai bentuk gelombang dari getaran suatu mesin. Beberapa kerusakan mesin dapat diiden-tifikasi dengan melihat bentuk gelombang getaran yang dihasilkan, sebagai contoh, kerusakan akibat unbalance atau misalignment akan menghasilkan bentuk gelombang yang spesifik, begitu juga apabila terjadi kelonggaran mekanis (mechanical looseness), oil whirl atau kerusakan pada anti friction bearing dapat menghasilkan gelombang dengan bentuk-bentuk tertentu. Osiloskop juga dapat memberikan informasi tambahan yaitu : untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari tranduser non- contact (proximitor). Data ini dapat memberikan informasi pada kita mengenai posisi dan getaran shaft relatif terhadap rumah bearing, ini biasanya digunakan pada mesin- mesin yang besar dan menggunakan sleeve bearing (bantalan luncur). Disamping itu dengan menggunakan dual osciloscop (yang memberikan fasilitas pembacaan vertikal maupun horizontal), dan minimal dua tranduser non-contact pada posisi vertikal dan horizontal maka kita dapat menganalisa kerusakan suatu mesin ditinjau dari bentuk "orbit"nya.
Teknik Pengukuran Getaran Mesin
Posisi dan Arah Pengukuran
Pengukuran getaran pada suatu mesin secara normal diambil pada bearing dari mesin tersebut. Tranduser sebaiknya harus ditempatkan sedekat mungkin dengan bearing mesin karena melalui bearing tersebut gaya getaran dari mesin ditransmisikan. Gerakan bearing adalah merupakan hasil reaksi gaya dari mesin tersebut: Disamping karakteristik getaran seperti : Amplitudo, frekuensi dan phase, ada karakteistik lain dari getaran yang juga mempunyai arti yang sangat penting yaitu arah dari gerakan getaran, hingga perlu bagi kita untuk mengukur getaran dari berbagai arah. Pengalaman menunjukkan bahwa ada tiga arah pengukuran yang sangat penting yaitu horizontal, vertikal, dan axial. Arah horizontal dan vertikal bearing disebut dengan arah radial. Arah pengukuran ini biasanya didasarkan pada posisi sumbu tranduser terhadap sumbu putaran dari shaft mesin. Arah ini juga sangat penting artinya dalam analisa suatu getaran.
Standard
Dalam membicarakan getaran kita harus mengetahui batasan - batasan level getaran yang menunjukkan kondisi suatu mesin, apakah mesin tersebut masih baik (layak beroperasi) ataukah mesin tersebut sudah mengalami suatu masalah sehingga memerlukan perbaikan. Dalam sub bab ini disajikan beberapa macam standard mengenai batasan-batasan level getaran yang umum digunakan.
Gambar. 2.1
Sumber: PCH Engineering The Vibration Monitoring Specialists.
Getaran keseluruhan sering diukur menurut ISO 10816-3 sebagai pedoman umum. Standar ini mendefinisikan tingkat alarm kecepatan keseluruhan untuk empat kelompok mesin, yang berkisar menurut ukuran dan pondasi dasarnya. PCH Engineering A / S menawarkan berbagai alat pengukur getaran portabel yang mudah digunakan. Mereka terutama ditujukan untuk pengukuran tingkat getaran keseluruhan oleh orang-orang pemeliharaan
2.4 Perhitungan atau Evaluasi dari Nilai Ambang Batas dan Standar Nasional Indonesia Pada Getaran.
Nilai Ambang Batas Getaran
Nilai ambang batas adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.
Untuk mengetahui pengaruh getaran pada kesehatan kerja, maka perlu diketahui nilai ambang batas dari getaran ini. Cara untuk mengetahui nilai ambang batas dilakukan dengan mengukur getaran yang ada kemudian dibandingkan dengan NAB yang diijinkan. Berikut ini NAB getaran berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-51/MEN/1999. Tabel Nilai Ambang Batas Getaran untuk Pemajanan Lengan dan Tangan.
Tabel. 2.1
Jumlah waktu pemaparan
Per hari kerja
Nilai percepatan pada frekuensi dominan
Meter per detik kuadrat
(m/det2)
Gravitasi
(m/det2)
4 jam dan kurang dari 8 jam
4
0,40
2 jam dan kurang dari 4 jam
6
0,61
1 jam dan kurang dari 2 jam
8
0,81
Kurang dari 1 jam
12
1,22
Catatan:
1 Gravitasi = 9,81 m/det2
Sumber: Permenakertrans
Nilai Ambang Batas untuk durasi pajanan getaran tangan dan lengan selain yang tercantum pada Tabel, dapat dihitung dengan rumus:
𝑡𝑝𝑎𝑗𝑎𝑛𝑎𝑛 = 8𝑗am 5 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘2 2
𝑎𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟
Keterangan:
t = durasi pajanan dalam jam
a = nilai hasil pengukuran akselerasi getaran tangan dan lengan (meter/detik2)
Getaran Seluruh Tubuh
Faktor Pembebanan Getaran Seluruh Tubuh (aksis x, y dan z)
Sumber: Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
Masing-masing Aksis (x, y dan z)
Nilai Ambang Batas Pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk Aksis x atau y
Nilai Ambang Batas Pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk Aksis z
Resultan 3 Aksis(x, y dan z)
Nilai Ambang Batas Ceiling untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh resultan 3 aksis (x, y, dan z) adalah sebesar 1,15 meter/detik2.
Resultan untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh untuk resultan 3 aksis (x, y, dan z) dihitung dengan rumus:
Dimana
Aw(x,y,z) = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rmsacceleration) untuk aksis (x,y,z)
Wf(x,y,z) = faktor pembebanan untuk aksis (x,y,z) pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Af(x,y,z) = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis (x,y,z) pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Faktor Pembebanan untuk Menghitung Resultan Getaran Seluruh Tubuh untuk Pajanan 8 Jam per Hari
Frekuensi
(Hertz)
Faktor Pembebanan
Vibrasi Longitudinal z
Vibrasi Transversal x, y
1
0,5
1
1,25
0,56
1
1,6
0,63
1
2
0,71
1
2,5
0,8
0,8
3,15
0,9
0,63
4
1
0,5
5
1
0,4
6,3
1
0,315
8
1
0,25
10
0,8
0,2
12,5
0,63
0,16
16
0,5
0,125
20
0,4
0,1
25
0,315
0,08
31,5
0,25
0,063
40
0,2
0,05
50
0,16
0,04
63
0,125
0,0315
80
0,1
0,025
Resultan 3 aksis (x, y, danz) dengan Crest Factor > 6 hingga 9
Nilai Ambang Batas untuk pajanan getaran seluruh tubuh yang memiliki nilai perbandingan akselerasi tertinggi dengan akselerasi terendah (crest factor) antara 6-9 untuk 8 jam kerja per hari adalah 0,8661.
Sedangkan NAB getaran seluruh tubuh dengan crest factor 6-9 untuk durasi pajanan tertentu dapat dilihat pada Tabel berikut:
NAB ini tidak berlaku untuk pajanan kurang dari 10 menit.
Resultan untuk pajanan Getaran Seluruh Tubuh dengan crest factor 6-9 untuk 3 aksis (x, y, dan z) dihitung dengan rumus:
awl(8) = pajanan harian getaran selama 8 jam untuk aksis x, y dan z (ms-2 rms)
awlj = nilai total pembebanan akselerasi pada aksis x , y atau z selama periode pajanan j (ms-2 rms).
Untuk nilai pembebanan lihat Tabel
T0 = durasi selama periode pajanan j (detik)
•Resultan3 Aksis(x, y danz) denganCrest Factor > 9
Untuk getaran seluruh tubuh dengan crest factor > 9, maka perhitungan NAB getaran seluruh tubuh (Vibration Dose Value/VDV) dihitung dalam setiap aksis x, y dan z sebagai berikut:
Keterangan:
VDV = Vibration Dose Value (meter per detik1,75rmq)
Kl= faktor pengali untuk setiap arah (k = 1,4 untuk l = x, y; k = 1,0 untuk l = z)
T = durasi pajanan (detik atau jam)
T0= referensi durasi 8 jam atau 28.800 detik (detik atau jam)
awl (t)= besar akselerasi yang terukur (the weighted acceleration) masing-masing aksis (x,y, x) sebagai fungsi waktu antara 0,5 dan 80 Hz (meter per detik1,75rmq)
Perhitungan VDV tidak berlaku untuk pajanan yang melebihi 8 jam. Nilai Ambang Batas (NAB) Ceiling sebesar 17,0 meter per detik 1,75.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-49/MENLH/11/1996:
Dalam suatu pengukuran jelas bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan data. tujuan tersebut adalah: Pengukuran rutin, Pengukuran referensi (Baseline Measurement), Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan, Trouble Shooting.
Ada beberapa alat standard yang biasanya digunakan dalam suatu pengukuran getaran antara lain: Vibration meter, Vibration analyzer, Shock Pulse Meter, Osiloskop.
Untuk mengetahui pengaruh getaran pada kesehatan kerja, maka perlu diketahui nilai ambang batas dari getaran ini. Cara untuk mengetahui nilai ambang batas dilakukan dengan mengukur getaran yang ada kemudian dibandingkan dengan NAB yang diijinkan.
Saran
Untuk menghindari getaran yang meyebabkan gangguan pada tubuh sehingga perlu dilakukan pengukuran intensitas getaran untuk mengetahui sampai sejauh mana mengganggu kenyamanan atau kesehatan pelaku kerja. Gunakanlah APD dalam melaksanakan pekerjaan untuk mengurangi PAK. Getaran sangat berpengaruh terhadap kesehatan, untuk itu harus tahu pengaruh atau dampaknya terhadap tubuh.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional
Permena.PDF
SNI-NAB.PDF
SKF. Vibration Diagnostic Guide. SKF Condition Monitoring, CM 5003 : Author
Gempur,Santoso.2004. Ergonomi,Manusia,Peralatan dan Lingkungan. Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta
http://k3pelakan.blogspot.com/2010/10/getaran.html
Yefrichan.wordpress.com/category/getaran-mekanik/
Batikyogya.wordpress.com/2007/08/16/63
http://www.cets-uii.org/BML/Getaran/kepmen4996/
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN
DRAFT PROPOSAL
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN TANGERANG
DISUSUN OLEH :
TENI SULISTIOWATI 175059042
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
JUDUL
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Kabupaten Tangerang
LATAR BELAKANG
Anemia merupakan masalah gizi yang sering ditemui di negara maju maupun berkembang dan menjadi masalah kesehatan masyarakat (Chakma et al. 2012). Salah satu kelompok umur yang rentan mengalami anemia adalah remaja (Tesfaye et al. 2015). Pada periode remaja (10-19 tahun), prevalensi anemia di negara berkembang adalah 27% dan 6% di negara maju (Dugdale 2001). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia remaja di tingkat nasional sebesar 18,4% (Kemenkes RI 2013).
Pada Tahun 2016 Kabupaten Tangerang melakukan survey Anemia pada 29 Sekolah Negeri di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dengan melibatkan 2900 Remaja putri, didapatkan hasil bahwa 70% remaja putri di SMA negeri di wilayah Kabupaten Tangerang mengalami Anemia, dengan persentasi tertinggi di SMA Negeri di wilayah Gunung Kaler (90%), hal ini menjadi dasar Program Pemberian Tablet Darah pada remaja putri di SMA se derajat dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.
Program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur telah tercantum dalam surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.03.03/V/0595/2016. Dalam Surat Edaran tersebut, tataca cara pemberian TTD diberikan dengan dosis 1 (satu) tablet per minggu sepanjang tahun. pemberian TTD dilakukan untuk remaja putri usia 12-18 tahun, yang diberikan melalui UKS/M di institusi pendidikan SMP dan SMA atau yang sederajat dengan menentukan hari minum TTD bersama setiap minggunya sesuai kesepakatan di wilayah masing-masing. adapun di Kabupaten Tangerang, alokasi pemberian TTD baru pada tingkat SMA se derajat dikarenakan keterbatasan anggaran.
Meskipun sudah cukup jelas, program tersebut masih mengalami banyak kendala teruta- ma dalam hal kepatuhan (Depkes 2006; Risva et al. 2016). Kepatuhan merupakan salah satu faktor yang dianggap paling berpengaruh dalam keberhasilan program suplementasi besi (Maryani et al. 2006). Kepatuhan mengonsumsi TTD diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi dan frekuensi mengonsumsi tablet.
Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa sebesar 89,1% ibu hamil telah mengonsumsi TTD selama masa kehamilannya. Sebesar 33,3% ibu hamil mengonsumsi TTD selama 90 hari kehamilan, 34,4% mengonsumsi TTD kurang dari 90 hari, serta 21,4% ibu hamil lupa mengonsumsi TTD selama masa kehamilan (Kemenkes 2013). Pada remaja putri, belum terdapat data mengenai tingkat kepatuhan konsumsi TTD karena kepatuhan konsumsi TTD merupakan in- dikator baru dalam program pemberian TTD pada remaja putri (Kemenkes 2015).
Program pemberian TTD pada remaja putri SMA di Kabupaten Tangerang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan pemberian kartu monitoring kepatuhan. Akan tetapi, data mengenai tingkat kepatuhan mengonsumsi TTD pada remaja putri belum ada. Dalam upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD remaja putri, Kabupaten Tangerang berusaha meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri melalui pendampingan sebaya dengan membentuk Kader Remaja Anti Anemia (KARTINI) yang membantu pihak Puskesmas dalam advokasi, pengawasan, pendampingan dan pelaporan kegiatan pemberian TTD.
Menurut Waliyo dan Agusanty (2016), kartu monitoring kepatuhan diberikan untuk memotivasi individu menghabiskan TTD dan sebagai media komunikasi, informasi, serta edukasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model kartu monitoring kepatuhan yang disertai dukungan guru dan orangtua, pendampingan serta pemberian informasi tambahan pada kartu mengenai anemia serta TTD.
RUMUSAN MASALAH PENELITIAN
Apakah ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Kabupaten Tangerang
TUJUAN UMUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
TUJUAN KHUSUS
Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Untuk mengetahui hubungan dukungan guru dan orangtua dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Untuk mengetahui hubungan pendampingan kader remaja anti anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
MANFAAT TEORITIS
Sebagai bahan pemikiran bagi pembaharuan program kesehatan remaja putri mengenai masalah anemia
Memperkaya ilmu kesehatan dan mendukung program pemerintah Kabupaten tangerang dalam menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri SMA
Sebagai referensi pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan masalah anemia
MANFAAT PRAKTIS
Bagi penulis : dapat menambah pengetahuan tentang penderita anemia pada remaja putri di kabupaten Tangerang
Bagi pemerintah : dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah dalam menangani masalah anemia pada remajaputri SMA
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif
DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian adalah cross sectional
VARIABEL DEPENDEN DAN INDEPENDEN
variabel dependen : kejadian Anemia
variabel independen : tingkat pengetahuan, dukungan guru dan orangtua, pendampingan kader remaja anti anemia
DEFINISI OPERASIONAL
NO
VARIABEL
DEFINISI OPERASIONAL
CARA UKUR
ALAT UKUR
HASIL UKUR
SKALA
1
2
3
Tingkat pengetahuan
Dukungan guru dan orangtua
Pendampingan kader remaja anti anemia
Hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya
Upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam mempersiapkan pembelajaran kepada anak didiknya
Suatu tindakan dalam mengawasi dan mengontrol program yang dilakukan oleh kader yang telah diberi pengetahuan
wawancara
wawancara
wawancara
kuesioner
kuesioner
kartu monitoring
1.baik
2.cukup
3.buruk
1.baik
2.cukup
3.buruk
1.baik
2.cukup
3.buruk
ordinal
ordinal
ordinal
HIPOTESIS
Ada hubungan antara tingkat pengetahuan Remaja Putri SMA dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Ada hubungan antara dukungan guru dan orangtua dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
Ada hubungan antara pendampingan kader remaja anti anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah Di Kabupaten Tangerang
POPULASI DAN SAMPEL
Jumlah subjek penelitian adalah 240 remaja putri dari 6 sekolah yang dibagi ke dalam 3 kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberi kartu monitoring dari Dinas Kesehatan (M), kartu monitoring dengan penambahan tanda tangan orangtua dan guru (M+T), dan kartu monitoring berupa leaflet dengan penambahan tanda tangan guru dan informasi tentang anemia serta TTD (M+TP).
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
Sampel yang diambil dengan tekhnik simple random sampling
Proposal praktik kesehatan masyarakat peminatan promosi kesehatan
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, dimana tercantum dalam pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat besar peranannya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mengimbangi makin ketatnya persaingan bebas di era globalisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut memerlukan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan produktif dengan melibatkan semua sektor terkait termasuk swasta dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu perlu diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, promosi kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Puskesmas merupakan pusat pengembangan, pembina dan pelayanan kesehatan masyarakat dan merupakan pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Sehingga peran puskesmas sangatlah sentral dalam rangka memajukan kesehatan dasar masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Puskesmas memiliki salah satu fungsi Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku dibidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. Promosi kesehatan Pendidikan atau penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian penting dari promosi kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif, kuratif, dan rehabilitative dalam rangka upaya kesehatan yang komprehensif. Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun social, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, social budaya dsb). (Ottawa Charter, 1986).
Puskesmas Kelapa Dua Wetan adalah salah satu Puskesmas yang berada di wilayah Kota Jakarta Timur. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan derajat kesehatan, program promosi kesehatan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengetahui gambaran wilayah Puskesmas Kelapa Dua Wetan. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan adanya sistem Promosi Kesehatan yang baik.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis ingin mengetahui lebih jauh dan secara langsung, terkait dengan program promkes di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur.
Tujuan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui Penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur Tahun 2018.
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui situasi program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada program Promosi Kesehatan serta mengusulkan alternatif pemecahan masalahnya.
Untuk mengetahui Penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur Tahun 2018.
Manfaat PKM
Bagi Mahasiswa
Memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan di Institusi Praktek mengenai Penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Mengaplikasikan secara langsung mata kuliah yang didapatkan selama perkuliahan.
Mendapat bahan untuk penulisan laporan PKM di institusi pelayanan kesehatan.
Memperoleh Kesempatan bekerjasama dengan Profesi lain di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Bagi Institusi Pendidikan
Menghasilkan mahasiswa dan mahasiswi yang berkompeten dalam pelaksanaan Penatalaksanaan Hipertensi
Terbinanya kerjasama Institusi Perguruan Tinggi dengan Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Sebagai bahan masukan untuk pengembangan kurikulum Prodi Kesmas.
Bagi Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Puskesmas dapat memanfaatkan tenaga terdidik (mahasiswa) dalam membantu penyelesaian tugas pengelola program di Puskesmas.
Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara intitusi pelayanan PKM dengan FIKES URINDO.
Puskesmas dapat memanfaatkan alternatif pemecahan masalah yang dikemukakan mahasiswa sebagai bahan acuan dan masukan dalam pengelolaan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas.
BAB II
RENCANA KEGIATAN
Waktu
Praktik kesehatan masyarakat (PKM) dilaksanakan pada lima hari kerja (Senin sampai Jum’at) dari jam 08.00 s/d 14.30 WIB) selama 25 hari yaitu mulai tanggal 26 November sampai 28 Desember 2018.
Tempat
Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur yang berada di wilayah Kecamatan Ciracas, dengan alamat lengkap di Jl.Kelapa Dua Wetan Raya No.81 Rt 01/Rw 06, Kelapa Dua Wetan Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730
Metode
Observasi
Melakukan pengamatan langsung terhadap Penatalaksanaan Hipertensi melalui program-program yang diadakan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Learning by Doing
Yaitu belajar dengan mengaplikasikan ilmu secara bersamaan yang sesuai dengan tujuan dan latar belakang diadakannya praktik kesehatan masyarakat. Adapun tujuan diadakannya praktik kesehatan masyarakat yaitu agar mahasiswa dapat memahami situasi di instansi kesehatan yang dimaksud dan dapat mengaplikasikan teori yang telah didapat selama perkuliahan.
Wawancara dan Diskusi
Mengadakan wawancara dan diskusi tentang Penatalaksanaan Hipertensi kepada pembimbing lapangan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Studi Kepustakaan
Mencari informasi melalui penelusuran buku-buku serta literatur/pustaka yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Mempelajari dokumen atau catatan dari kegiatan yang sudah dilakukan selama PKM, dan juga data-data yang dibutuhkan dari Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur. Adapun data yang diperoleh dari Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur yaitu :
Data rencana program kerja tahunan
Data laporan program kerja tahunan
Data laporan program kerja per triwulan tahun 2018
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, dimana tercantum dalam pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat besar peranannya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mengimbangi makin ketatnya persaingan bebas di era globalisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut memerlukan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan produktif dengan melibatkan semua sektor terkait termasuk swasta dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu perlu diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, promosi kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Puskesmas merupakan pusat pengembangan, pembina dan pelayanan kesehatan masyarakat dan merupakan pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Sehingga peran puskesmas sangatlah sentral dalam rangka memajukan kesehatan dasar masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Puskesmas memiliki salah satu fungsi Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku dibidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. Promosi kesehatan Pendidikan atau penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian penting dari promosi kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif, kuratif, dan rehabilitative dalam rangka upaya kesehatan yang komprehensif. Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun social, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, social budaya dsb). (Ottawa Charter, 1986).
Puskesmas Kelapa Dua Wetan adalah salah satu Puskesmas yang berada di wilayah Kota Jakarta Timur. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan derajat kesehatan, program promosi kesehatan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengetahui gambaran wilayah Puskesmas Kelapa Dua Wetan. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan adanya sistem Promosi Kesehatan yang baik.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis ingin mengetahui lebih jauh dan secara langsung, terkait dengan program promkes di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur.
Tujuan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui Penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur Tahun 2018.
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui situasi program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada program Promosi Kesehatan serta mengusulkan alternatif pemecahan masalahnya.
Untuk mengetahui Penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur Tahun 2018.
Manfaat PKM
Bagi Mahasiswa
Memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan di Institusi Praktek mengenai Penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Mengaplikasikan secara langsung mata kuliah yang didapatkan selama perkuliahan.
Mendapat bahan untuk penulisan laporan PKM di institusi pelayanan kesehatan.
Memperoleh Kesempatan bekerjasama dengan Profesi lain di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Bagi Institusi Pendidikan
Menghasilkan mahasiswa dan mahasiswi yang berkompeten dalam pelaksanaan Penatalaksanaan Hipertensi
Terbinanya kerjasama Institusi Perguruan Tinggi dengan Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Sebagai bahan masukan untuk pengembangan kurikulum Prodi Kesmas.
Bagi Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Puskesmas dapat memanfaatkan tenaga terdidik (mahasiswa) dalam membantu penyelesaian tugas pengelola program di Puskesmas.
Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara intitusi pelayanan PKM dengan FIKES URINDO.
Puskesmas dapat memanfaatkan alternatif pemecahan masalah yang dikemukakan mahasiswa sebagai bahan acuan dan masukan dalam pengelolaan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas.
BAB II
RENCANA KEGIATAN
Waktu
Praktik kesehatan masyarakat (PKM) dilaksanakan pada lima hari kerja (Senin sampai Jum’at) dari jam 08.00 s/d 14.30 WIB) selama 25 hari yaitu mulai tanggal 26 November sampai 28 Desember 2018.
Tempat
Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur yang berada di wilayah Kecamatan Ciracas, dengan alamat lengkap di Jl.Kelapa Dua Wetan Raya No.81 Rt 01/Rw 06, Kelapa Dua Wetan Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730
Metode
Observasi
Melakukan pengamatan langsung terhadap Penatalaksanaan Hipertensi melalui program-program yang diadakan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Learning by Doing
Yaitu belajar dengan mengaplikasikan ilmu secara bersamaan yang sesuai dengan tujuan dan latar belakang diadakannya praktik kesehatan masyarakat. Adapun tujuan diadakannya praktik kesehatan masyarakat yaitu agar mahasiswa dapat memahami situasi di instansi kesehatan yang dimaksud dan dapat mengaplikasikan teori yang telah didapat selama perkuliahan.
Wawancara dan Diskusi
Mengadakan wawancara dan diskusi tentang Penatalaksanaan Hipertensi kepada pembimbing lapangan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur
Studi Kepustakaan
Mencari informasi melalui penelusuran buku-buku serta literatur/pustaka yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Mempelajari dokumen atau catatan dari kegiatan yang sudah dilakukan selama PKM, dan juga data-data yang dibutuhkan dari Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur. Adapun data yang diperoleh dari Puskesmas Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur yaitu :
Data rencana program kerja tahunan
Data laporan program kerja tahunan
Data laporan program kerja per triwulan tahun 2018
Makalah ekspor dan impor
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap negara memiliki kekayaan alam atau sumber daya alam yang berbeda-beda satu sama lain, oleh karena itu dibutuhkannya komoditi yang tidak tersedia antara negara satu dan negara yang lain. Dengan adanya komidi tersebut, akan terjadi perdagangan atau pertukaran komoditi antara negara satu dan negara yang lain. Terjadilah kegiatan ekspor dan impor tiap negara. Seperti yang dinyatakan oleh Amir (2001:1)
“Perdagangan internasional ekspor impor adalah kegiatan yang dijalankan eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi dengan orang asing, bangsa asing, dan negara asing. Kemudian penjual dan pembeli yang lazim disebut eksportir dan importir melakukan pembayaran dengan valuta asing.”
Kinerja ekspor Indonesia pada 2013 diperkirakan belum dapat pulih sepenuhnya setelah mengalami defisit neraca perdagangan beberapa kali sepanjang 2012. Apalagi pemulihan krisis Uni Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan tren perbaikan yang lamban ditambah masih adanya tren penurunan harga komoditas di pasar internasional.
Terbatasnya persediaan di suatu negara, kegiatan impor pun digagas. Kegiatan ekspor impor juga dapat menumbuhkan hubungan harmonis antarbangsa. Dengan perdagangan internasional ini, banyak pihak dilibatkan dan sama-sama mendapat keuntungan, baik keuntungan hasil jual maupun keuntungan atas pemenuhan kebutuhan. Ekspor impor juga merupakan salah satu lapangan pekerjaan yang besar pengaruhnya bagi para pebisnis.
Pengutamaan ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak saat itu, ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor. Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik, menjadi sesuatu yang sangat lazim. Persaingan sangat tajam antar-berbagai produk. Selain harga, kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk.
Berdasarkan permasalahan di atas, makalah ini mengambil judul “Pengaruh Kegiatan Ekspor Impor terhadap Perekonomian di Indonesia” sebagai bentuk karya tulis yang memaparkan tentang ekspor impor di Indonesia.
BAB II
KAJIAN TEORI
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional.
Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional.
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
PENGERTIAN EKSPOR DAN IMPOR
Secara etimologi, ekspor diartikan sebagai kegiatan menjual barang/material tertentu dari dalam ke luar negeri, sedangkan badan/orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut eksportir. Barang yang dijual biasanya merupakan hasil alam melimpah yang terdapat di dalam negara yang melakukan kegiatan ekspor.
Kegiatan ekspor ini biasanya dapat berlangsung secara langsung maupun tidak langsung. Ekspor secara langsung merupakan kegiatan menjual barang atau jasa melalui eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Sedangkan ekspor secara tidak langsung merupakan kegiatan penjualan yang dilakukan oleh eksportir negara asal yang kemudian dijual oleh perantara tersebut. Ekspor secara langsung biasanya kontrol terhadap distribusi biasanya lebih baik dibandingkan ekspor secara tidak langsung.
Aktivitas Impor dan Ekspor
Di Indonesia, material yang sering diekspor terdiri atas dua jenis yaitu migas (minyak dan gas alam) dan non-migas. Material yang tergolong dalam kelompok migas antara lain bensin, minyak tanah, gas elpiji, dan solar. Sedangkan material nonmigas dapat berupa hasil tambang nonmigas, hasil industri, hasil laut, hasil pertanian, dan hasil perkebunan. Biasanya, material yang diekspor tersebut harganya akan melonjak tinggi di luar negeri dibandingkan di dalam negeri.Beralih ke istilah kedua kita, yaitu impor. Istilah impor diartikan sebagai suatu kegiatan pembelian barang dari luar negeri yang kemudian material tersebut dijual di dalam negeri untuk kebutuhan dalam negeri. Lembaga/orang yang melakukan kegiatan ini disebut importir. Kegiatan impor akan berlangsung jika material yang akan dipasok ke dalam negeri harganya lebih mrah di luar negeri. Contoh yang dapat kita ambil, misalnya Indonesia membutuhkan gandum untuk pemenuhan pangan. Namun, karena kondisi tumbuh gandum yang tidak memungkinkan di Indonesia dilakukanlah kegiatan mendatangkan gandum dari negara lain ke Indonesia. Kegiatan inilah yang disebut sebagai impor. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwasanya ekspor dan impor merupakan .kedua istilah yang saling terkait yang menggambarkan kegiatan perdagangan internasional dan minimal melibatkan dua pihak. Kegiatan ekspor dan impor sangat menjadi faktor penentu kesejahteraan negara dan masyarakatnya dalam bidang perekonomian.
TUJUAN EKSPOR DAN IMPOR
Secara umum, tujuan dilakukannya kegiatan ekspor impor ialah dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakatnya serta menambah devisa negara dalam pencapaian kehidupan yang sejahtera. Namun, jika kedua istilah kegiatan tersebut dipilah, maka keduanya memiliki tujuan yang berbeda namun saling berkaitan.
Berikut ini tujuan dilakukannya kegiatan ekspor, yaitu:
Untuk membuka pasar baru di luar negeri
Untuk memperoleh laba berupa devisa
Untuk memperoleh harga jual yang tinggi
Adapun tujuan kegiatan impor dilakukan oleh importir, antara lain:
Kebutuhan masyarakat negara importir terpenuhi
Kebutuhan material/barang produksi dapat diperoleh dari negara lain
Barang/ material yang diperoleh dari negara lain lebih terjangkau
MANFAAT EKSPOR DAN IMPOR
Kegiatan ekspor dan impor memberikan banyak manfaat bagi negara yang terlibat dan masyarakatnya. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan ekspor, antara lain:
Menambah devisa negara
Devisa merupakan aset penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Kegiatan ekspor menyumbangkan devisa yang besar, terutama bagi negara eksportir.
Memperluas pasar bagi produk lokal
Kegiatan ekspor sangat berperan dalam memasarkan produk dalam negeri ke luar negeri. Semakin besar permintaan produk dalam negeri di luar negeri akan semakin besar kegiatan produksi yang berlangsung di dalam negeri. Misalnya, Indonesia khas dengan pakaian batik. Ketika dilakukan pemasaran batik di luar negeri dan permintaannyaa meningkat, secara otomatis kegiatan produksi batik di Indonesia pun akan meningkat pula.
Memperluas lapangan kerja
Ketersediaan lapangan kerja yang luas sangat penting dalam upaya untuk mengurangi angka pengangguran dan beban tanggungan negara. Dengan adanya kegiatan ekspor yang berperan dalam perluasan produk lokal, secara tidak langsung akan meningkatkan lapangan kerja dalam negeri. Misalnya, seperti kasus batik sebelumnya yang kegiatan produksinya meningkat dikarenakan meningkatnya permintaan pasar dunia. Dengan begitu, untuk memproduksi batik yang efisien sesuai dengan jumlah permintaan dibutuhkan penambahan tenaga kerja sehingga dibukalah lowongan kerja. Oleh karena itu, angka pengangguran akan berkurang.
Meningkatkan hubungan kerjasama antarnegara perdagangan
Hubungan kerjasama ini terjalin karena peran penting masing negara terhadap ketersediaan kebutuhan material/jasa masing masing negara.Selain negara eksportir, negara importir juga memperoleh banyak manfaat dari kegiatan ekspor impor. Berikut ini beberapa manfaatnya, yaitu:
Memperoleh bahan baku
Bahan baku sangat penting dalam kegiatan produksi suatu barang. Ketersediaan pasokan bahan baku harus terkontrol agar kegiatan produksi berjalan lancar. Nah, biasanya bahan baku yang diproduksi di dalam negeri relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang diproduksi di luar negeri bahkan terkadang tidak tersedia di dalam negeri. Oleh karena itu, produsen dalam negeri cenderung mengimpor bahan baku dari luar negeri.
Memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi sendiri
Setiap negara kaya akan hasil alam dengan jenis yang berbeda-beda. Sedangkan pemenuhan kebutuhan tidak semerta-merta cukup dengan pasokan yang ada di dalam negeri. Oleh karena itu, kegiatan impor dilakukan sehingga barang dan jasa yang tidak ada di dalam negeri dapat tersedia untuk pemenuhan kebutuhan masyarakatnya.
Memperoleh teknologi modern
Teknologi modern berperan penting terhadap kemudahan produksi material/barang terentu. Namun, pada negara berkembang seperti Indonesia ketersediaan teknologi modern masih sangat minim. Untuk mengatasi hal tersebut, maka Indonesia melakukan kegiatan impor teknologi dari luar negeri untuk mendukung kegiatan produksi yang lebih efisien.
Menambah pemasukan atau pendapatan negara
Pemasukan atau pendapatan negara dapat bertambah dipengaruhi oleh faktor nilai jual barang lebih mahal dibandingkan nilai yang dibeli dari kegiatan ekspor.
DAMPAK EKSPOR DAN IMPOR
Kegiatan ekspor dan impor tidak hanya memberikan dampak positif terhadap negara dan masyakat yang melakukan perdagangan, melainkan dampak negatif juga dapat timbul jika pemanfaatan kegiatan tersebut dilakukan kurang bijaksana, terutama kegiatan impor. Dampak negatif yang muncul akibat kegiatan impor biasanya itu dapat berupa:
Meningkatkan angka pengangguran.
Peningkatan angka penggangguran dikarenakan lapangan pekerjaan yang seharusnya tersedia, namun dengan melakukan kegiatan impor secara otomatis kesempatan membuka lapangan tersebut hilang karena ketersediaan barang sudah diimpor.
Menciptakan persaingan bagi industri dalam negeri
Kegiatan impor dapat menyebabkan produsen dalam negeri kewalahan dalam menyairingi produsen luar negeri sehingga ditakutkan produsen dalam negeri cenderung mengalah yang pada akhirnya menjadi tidak berkembang.
Konsumerisme
Konsumerisme merupakan konsumsi berlebihan terhadap barang barang impor yang menyebabkan devisa negara terus berkurang.Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak negatif dilakukan pembatasan kegiatan impor dengan cara melindungi produsen yang ada di dalam negeri. Adapun dampak positif dari pembatasan tersebut, meliputi:
Mengurangi jumlah pengeluaran devisa ke negara importir,
Mengurangi ketergantungan terhadap barang/ material impor,
Menumbuhkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri, dan
Memperkuat neraca pembayaran
Meskipun pembatasan jumlah barang impor dilakukan, namun tetap saja masih ada dampak negatif yang muncul. Dampak negatif dari pembatasan kegiatan impor tersebut, antara lain:
Produsen kurang efisien dalam kegiatan produksi
Ketidakefisienan produksi produk dalam negeri terjadi akibat kurangnya daya saing dalam upaya untuk meningkatkan mutu produksi.
Lesunya perdagangan Internasional
Perdagangan menjadi lesu dapat diawali akibat pembatasan kegiatan perdagangan dari salah satu pihak yang kemudian pihak lain melakukan pembalasan karena merasa dirugikan.
Pertumbuhan perekonomian negara terganggu
Terganggunya pertumbuhan perekonomian dipicu oleh faktor perdagangan yang lesu, dikarenakan jumlah devisa yang diterima negara mengalami penurunan.
KONDISI EKSPOR INDONESIA
Pengutamaan Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak saat itu,ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik,menjadi sesuatu yang sangat lazim. Persaingan sangat tajam antarberbagai produk.Selain harga,kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu menurut sektor, ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun selama periode ini pula, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 58,8 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kesepuluh golongan tersebut adalah, lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin atau peralatan listrik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin atau pesawat mekanik. Kemudian ada pula bijih, kerak, dan abu logam, kertas atau karton, pakaian jadi bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, serta timah.Selama periode Januari-Oktober 2008, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,80 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut meningkat 27,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari-Oktober 2008 sebesar 41,20 persen.Jepang pun masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD11,80 miliar (12,80 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD10,67 miliar (11,57 persen), dan Singapura dengan nilai USD8, 67 miliar (9,40 persen).Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk periode Januari-Oktober tahun 2008 dibanding tahun 2007 dapat dilihat pada. Ekspor produk pertanian, produk industri serta produk pertambangan dan lainnya masing-masing meningkat 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen.Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Oktober 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,13 persen, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,31 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 10,46 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,10 persen.Kendati secara keseluruhan kondisi ekspor Indonesia membaik dan meningkat, tak dipungkiri semenjak terjadinya krisis finansial global, kondisi ekspor Indonesia semakin menurun. Sebut saja saat ekspor per September yang sempat mengalami penurunan 2,15 persen atau menjadi USD12,23 miliar bila dibandingkan dengan Agustus 2008. Namun, secara year on year mengalami kenaikan sebesar 28,53 persen.
KONDISI IMPOR INDONESIA
Keadaan impor di Indonesia tak selamanya dinilai bagus, sebab menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Oktober 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6,77 persen dan 75,65 persen menjadi 5,99 persen dan 74,89 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 17,58 persen menjadi 19,12 persen.Sedangkan dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Indonesia selama Januari-Oktober 2008, mesin per pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 17,99 persen, diikuti mesin dan peralatan listrik sebesar 15,15 persen, besi dan baja sebesar 8,80 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar 5,98 persen, bahan kimia organik sebesar 5,54 persen, plastik dan barang dari plastik sebesar 4,16 persen, dan barang dari besi dan baja sebesar 3,27 persen.
Selain itu, tiga golongan barang berikut diimpor dengan peranan di bawah tiga persen yaitu pupuk sebesar 2,43 persen, serealia sebesar 2,39 persen, dan kapas sebesar 1,98 persen. Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 67,70 persen dari total impor nonmigas dan 50,76 persen dari total impor keseluruhan.
Data terakhir menunjukkan bahwa selama Oktober 2008 nilai impor nonmigas Kawasan Berikat (KB/kawasan bebas bea) adalah sebesar USD1,78 miliar. Angka tersebut mengalami defisit sebesar USD9,3 juta atau 0,52 persen dibanding September 2008.
Sementara itu, dari total nilai impor nonmigas Indonesia selama periode tersebut sebesar USD64,62 miliar atau 76,85 persen berasal dari 12 negara utama, yaitu China sebesar USD12,86 miliar atau 15,30 persen, diikuti Jepang sebesar USD12,13 miliar (14,43 persen). Berikutnya Singapura berperan 11,29 persen, Amerika Serikat (7,93 persen), Thailand (6,51 persen), Korea Selatan (4,97 persen), Malaysia (4,05 persen), Australia (4,03 persen), Jerman (3,19 persen), Taiwan (2,83 persen), Prancis (1,22 persen), dan Inggris (1,10 persen). Sedangkan impor Indonesia dari ASEAN mencapai 23,22% dari Uni Eropa 10,37%.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspor non migas. Banyak manfaat yang diperoleh Indonesia dari kegiatan ekspor impor dimana masyarakat dan perekonomian Negara menjadi lebih stabil.
Banyak cara untuk melakukan kegiatan eskpor impor dengan Negara lain yang membuat produsen tidak pusing memikirkan bagaimana mengekspor barang atau mengimpor barang dari dan keluar negeri. Banyak faktor pendorong untuk melakukan kegiatan ekspor impor sehingga kegiatan ini akan terus berjalan dikemudian hari.
SARAN
Apabila Indonesia ingin mendapat sisi positif dalam perdagangan Indonesia maka Indonesia harus mampu melakukan kegiatan ekspor yang lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan impor.
Banyaknya masalah yang terjadi dengan adanya kegiatan ekspor impor ini sehingga pemerintah dituntut untuk melakukan kebijakan yang benar dan tepat sasaran. Seharusya pemerintah membuat keringan peraturan bagi barang – barang ekspor dan impor agar kegiatan tersebut lancar.
DAFTAR PUSTAKA
NN, 2009. Makalah Ekspor Impor Indonesia.http://cafeekonomi.blogspot.com/2009/05/ makalah-ekspor-impor-indonesia.html/.
Menman, 2013. Analisis Data Ekspor Impor Indonesia 2013.http://nasionalis.me/tag/analisis-data-ekspor-impor-indonesia-2013/.
Wikipedia, 2013. Ekspor. http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor.
Makalah tabungan dan investasi
PENGANTAR ILMU EKONOMI
TABUNGAN DAN INVESTASI
PROGRAM STUDI S 1 KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
TAHUN 2019
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
Tabungan 3
Pengertian Tabungan 3
Manfaat dan Tujuan Tabungan 5
Jenis – jenis Tabungan 6
Faktor yang Mempegaruhi Tabungan 7
Perhitungan Bunga Tabungan 8
Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan 9
Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi 11
Investasi 11
Pengertian Investasi 11
Tujuan Investasi 12
Kriteria Investasi 13
Dasar Keputusan Investasi 14
Jenis – jenis Investasi 15
Manfaat Investasi untuk Masa Depan 18
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Investasi 19
Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi 20
Pengaruh Investasi dalam Perekonomian Indonesia 21
Perbedaan Tabungan dan Investasi 23
BAB III PENUTUP 25
Kesimpulan 25
Saran 25
DAFTAR PUSTAKA 26
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu teori ekonomi pembangunan yang sampai sekarang masih digunakan adalah teori Tabungan dan Investasi oleh Harrod-Domar. Dalam teori ini mencapai kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Jika tabungan dan investasi rendah maka pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan rendah.
Sekarang ini hampir disemua negara, khususnya negara berkembang membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.
Banyak negara – negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.
Negara berkembang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sumber dana yang besar, namun di lain pihak sumber dana mengalami kendala dalam pembentukan modal. Depresiasi tajam memiliki nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, menurunnya tingkat kepercayaan investor, terjadi akibat dari krisis ekonomi indonsia tahun 1997. Investor domestik untuk biaya pembangunan bisa bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negri, namun karena keterbatasan pinjaman luar negeri, tabunga nasional menjadi hal yang utama. Saving Investasi Gap yang melebar dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi domestic melebihi kemampuan dalam mengakumulasi tabungan nasional.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
Mengetahui dan memahami Teori Tabungan
Mengetahui dan memahami Teori Investasi
Mengetahui dan memahami Perbedaan Tabungan dan Investasi
BAB II
PEMBAHASAN
TABUNGAN
Pengertian Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat – syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu.
Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak dibelanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga -jaga dalam jangka pendek.
Tabungan nasional (national saving) dapat didefinisikan sebagai pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Dalam suatu negara, investasi domestik dapat dibiayai oleh tabungan nasional dan pinjaman dari luar negeri. Total dan yang tersedia untuk membiayai investasi (I) sama dengan tabungan nasional (S + (T-G)) ditambah dengan pinjaman dari luar negeri (X-M). Secara matematis dapat dirumuskan: I = S + (T-G) + (X-M)
Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Tabungan perusahaan merupakan kelebihan pendapatan (laba) yang tidak dibagikan kepada pemegang saham yang besarnya dapat diketahui dari neraca perusahaan. Sedangkan tabungan rumah tangga merupakan bagian dari pendapatan yang diterima rumah tangga yang tidak dibelanjakan untuk keperluan konsumsi. Secara matematis persamaan tabungan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Jika tabungan swasta adalah S = (Y-T) – C dan
Tabungan pemerintah adalah (T-G), maka
Tabungan nasional = S + (T-G)
= (Y-T) – C +(T-G)
=Y–C–G
Dimana S adalah tabungan swasta, Y adalah pendapatan aggregat, T adalah pendapatan pajak netto, C adalah konsumsi, G adalah pengeluaran pemerintah. Jika T-G bernilai positif, maka pemerintah akan mengalami budget surplus, dan sektor ini akan ditambahkan pada sektor swasta untuk menambah sumber pembiayaan investasi. Namun jika T-G bernilai negatif berarti pemerintah mengalami budget deficit, dan pemerintah harus meminjam dana dari pihak lain.
Manfaat dan Tujuan Tabungan
Manfaat Tabungan
Beberapa manfaat yang diperoleh dari tabungan pada umumnya, antara lain:
Manfaat yang diperoleh bagi bank antara lain adalah :
Sebagai salah satu sumber dana bagi bank yang bersangkutan dan dapat digunakan sebagai penunjang operasional bank dalam memperoleh keuntungan atau laba.
Sebagai penunjang untuk menarik nasabah dalam rangka menggunakan fasilitas produk-produk lainnya.
Untuk membantu program pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.
Manfaat yang diperoleh bagi nasabah antara lain adalah:
Terjamin keamanannya karena dengan menyimpan uang di bank keamanan akan uang terjamin.
Akan mendapatkan bunga dengan menyimpan uang di bank.
Dapat terhindar dari pemakaian uang secara terus-menerus.
Adanya kepastian saat penarikan uang, karena dapat dilakukan setiap saat dimana saja dan tidak dikenakan biaya administrasi dengan fasilitas ATM.
Tujuan Tabungan
Menaikkan minat masyarakat untuk menjadi nasabah bank dengan memberikan kepercayaan kepada bank untuk mengelola dananya.
Meningkatkan pelayanan kepada nasabah bank dalam hal ini nasabah tabungan dengan berbagai fasilitas transaksi yang bisa dilakukan seperti penyetoran, penarikan, pemindahbukuan dan pelayanan lainnya.
Mengantisipasikan persaingan antar bank.
Dengan banyaknya produk tabungan yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia, maka diciptakan produk yang diharapkan dapat ikut bersaing dalam menghimpun dana masyarakat. Dengan menawarkan fasilitas online, kartu ATM , dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat menarik minat nasabah baru dan mempertahankan nasabah lama agar tidak pindah ke bank lain
Jenis – jenis Tabungan
Dalam praktik perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat beberapa jenis-jenis tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak dari fasilitas yang diberikan kepada si penabung. Dengan demikian maka si penabung mempunyai banyak pilihan. Jenis-jenis tabungan yang diselenggarakan bank pada umumnya sebagai berikut:
Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas)
Merupakan bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan, tabanas pertama kali diatur pada tahun 1971. Tabanas tersebut terdiri dari :
Tabanas Umum
Yaitu tabanas yang berlaku bagi perorangan yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh penabung yang bersangkutan.
Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram)
Yaitu tabanas khusus yang dilaksanakan secara kolektif melalui organisasi pemuda, sekolah dan satuan pramuka yang pertama kalinya diatur dalam piagam – piagam kerja sama antara Bank Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan antara Bank Indonesia dan Kwarnas Pramuka, pada tanggal 22 Februari 1974.
Tabungan Pegawai
Yaitu tabanas khusus para pegawai dari semua golongan kepangkatan di lingkungan Departemen/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Perusahaan Pemerintah maupun Swasta yang pelaksanaan penyetorannya dilakukan secara kolektif.
Taska, merupakan bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa, yang pertama kali diatur tahun 1971.
Tabungan ONH, merupakan setoran ongkos naik haji atas nama calon jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan. Besarnya setoran dimuka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji, ditetapkan pertama kali oleh Keppres pada tahun 1969.
Tabungan lainnya, merupakan tabungan selain Tabanas dan Taska, misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan Tabanas dan Taska atau tabungan masyarakat pada bank – bank lain yang bukan penyelenggara Tabanas ataupun Taska.
Faktor yang mempengaruhi Tabungan
Alfred Marshall dari kaum neoklasik mengemukakan bahwa terdapat faktor ekonomi dan non ekonomi yang mempengaruhi tabungan. Diantara faktor-faktor ekonomi tersebut, dia menekankan pada tingkat bunga, walaupun mungkin ada keadaan dimana tetap ada tabungan walaupun tingkat bunga negatif.
Menurut teori ‘Ricardian Equivalence’, peningkatan pada defisit anggaran pemerintah akan menstimulasi tabungan swasta karena mereka berekspektasi akan terjadi peningkatan pada kewajiban pajak mereka di masa yang akan datang. Sebagai hasilnya, mereka akan mengurangi tingkat konsumsinya dan meningkatkan tabungan. Tetapi teori ‘Ricardian Equivalence’ tidak dapat digunakan di negara berkembang (Hadjimicheal et al 1995), karena diperlukan adanya eksistensi pasar modal yang efisien, yang jarang ditemui pada karakteristik negara – negara berkembang.
Selain tingkat bunga, pendapatan juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tabungan nasional. Pendapat tersebut dikemukakan oleh J.M. Keynes dalam teorinya mengenai kecenderungan untuk mengkonsumsi (propensity to consume) yang secara eksplisit menghubungkan antara tabungan dan pendapatan. Keynes menyatakan suatu fungsi konsumsi modern yang didasari oleh perilaku psikologis modern, yaitu apabila terjadi peningkatan pada pendapatan riil, peningkatan tersebut tidak digunakan seluruhnya untuk meningkatlkan konsumsi, tetapi dari sisa pendapatan tersebut juga digunakan untuk menabung, hal ini dapat dijelaskan dalam persamaan berikut :
S ≡ Y – C
C = Ĉ + cY; Ĉ > 0 ;0 < c <1 span="">
Dimana:
S = saving
Y = income
Ĉ = intercept; tingkat konsumsi ketika pendapatan nol
c = marginal propensity to consume
Perhitungan Bunga Tabungan
Metode saldo terendah
Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.
Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan
Ketentuan Umum Tabungan
Prosedur pembukaan dan penyetoran tabungan bagi nasabah baru: Penabung / Nasabah Calon nasabah mengisi formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama, dan kartu identitas diri seperti KTP/SIM, kemudian menyerahkan kepada petugas dalam hal ini Customer Services.
Petugas Tabugan (Customer Services) :
Memeriksa formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama dan kartu identitas diri seperti KTP / SIM.
Pengadministrasian dan penyimpanan slip setoran dan input data tersebut dalam komputer.
Mencatat mutasi penyetoran pada buku tabungan berdasarkan slip setoran.
Mengembalikan slip setoran dan kartu identitas diri kepada penabung untuk menyetorkan uangnya pada kasir/teller.
Menyerahkan buku tabungan pada kasir/teller.
Petugas Tabungan (Teller / Kasir):
Terima dan periksa buku tabungan dari petugas tabungan (Customer Services) serta menerima slip setoran dan uang dari nasabah.
Input data tersebut kedalam komputer pada menu tabungan.
Slip penyetoran dan buku tabungan diserahkan ke bagian pengawas.
Menyerahkan kembali buku tabungan kepada nasabah setelah buku tabungan tersebut diperiksa oleh pengawas.
Prosedur pengambilan tabungan / penarikan tabungan.
Penabung / Nasabah:
Nasabah datang ke Bank untuk mengambil dana dalam produk tabungan dengan mengisi slip penarikan tabungan 2 rangkap.
Slip penarikan dan buku tabungan diserahkan pada petugas tabungan (Teller / Kasir)
Petugas tabungan (Teller/Kasir):
Menerima buku tabungan, slip pengambilan yang telah diisi oleh penabung, kemudian memeriksanya.
Mencocokkan tanda tangan yang tertera dalam slip pengambilan dengan speciment-nya dan memarafnya pada slip pengambilan.
Menginput transaksi ke dalam komputer pada menu tabungan.
Menyerahkan buku tabungan, slip pengambilan, serta speciment pada pengawas.
Setelah diperiksa oleh pengawas, buku tabungan diserahkan kembali kepada nasabah.
Pengawas:
Memeriksa buku tabungan, slip pengambilan 2 rangkap, dan speciment dari petugas tabungan, kemudian diperiksa dan ditandatangani.
Menyerahkan buku tabungan serta slip pengambilan 2 rangkap pada teller dan speciment pada petugas tabungan.
Petugas Tabungan:
Menyimpan speciment dan slip pengambilan rangkap dua dari pengawas.
Menyerahkan slip pengambilan rangkap 1 pada bagian akuntansi atau bagian pembukuan.
Untuk menarik dana yang terdapat dalam rekening tabungan dapat menggunakan berbagai sarana atau sarana penarikan. Adapun beberapa sarana penarikan tabungan yang digunakan tergantung bank masing – masing yang ingin menggunakan sarana yang mereka inginkan. Sarana penarikan ini dapat digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan.
Sarana yang sering digunakan saat penarikan adalah sebagai berikut:
Buku Tabungan
Merupakan buku yang dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran dan pembebanan yang mungkin terjadi. Buku ini dapat digunakan pada saat penarikan, sehingga langsung mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.
Slip Penarikan
Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang serta tanda tangan untuk menarik sejumlah uang. Slip penarikan biasanya digunakan bersamaan dengan buku tabungan.
Kwitansi
Merupakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip penarikan, di mana tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang dan tanda tangan penarik.
Kartu ATM
Merupakan sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya di mesin Automated Teller Machine ( ATM ). Mesin ATM biasanya tersebar di tempat yang strategis.
Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting dari persediaan modal pada kondisi mapan. Jika tingkat tabungan tinggi, perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan memiliki persediaan modal yang kecil dan tingkat out put yang rendah. Pandangan model Solow tentang hubungan diantara tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya sementara. Kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan sampai perekonomian mencapai kondisi mapan baru. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi selamanya (Mankiw, 2003)
INVESTASI
Pengertian Investasi
Menurut Sunariyah (2003:4): Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa – masa yang akan datang.
Menurut Henry Simamora (2000:438): Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pendapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik.
Tujuan Investasi
Investasi adalah penanaman modal untuk biasanya berjangka panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang sebagai kompensasi secara profesional atas penundaan konsumsi, dampak inflasi dan resiko yang ditanggung. Keputusan investasi dapat dilakukan individu, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan yield. Alasan seorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta untuk menghindari merosotnya nilai kekayaan yang dimiliki.
Tujuan Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian sebuah penyertaan modal dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan.
Menurut Tandelilin (2010) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain sebagai berikut:
Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
Dorongan untuk menghemat pajak.
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.
Kriteria Investasi
Payback Period
Payback Period adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat di kembalikan, atau waktu yang dikembalikan mencapai titik impas (biasanya hal ini diperuntukan untuk investasi yang tidak memiliki nilai depresiasi yaitu yang biasa terjadi pada aktiva tetap selain tanah).
Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)
B/C ratio ini mengukur mana yang lebih besar, apakah biaya yang dikeluarkan untuk investasi atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan dengan C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan dengan B (benefit). Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, yang berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
Net Present Value (NPV)
NPV ini bisa juga diartikan nilai harapan jika seseorang menginvestasikan sumber daya yang ia miliki. Perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Untuk membuat hasil lebih akurat, maka nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih.
Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah nilai tingkat pengembalian investasi. Dihitung pada saat NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.
Dasar Keputusan Investasi
Menurut Tandelilin (2010) proses investasi meliputi pemahaman dasar – dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linier. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus di pertimbangkan. Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing – masing dasar keputusan investasi:
Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Pada konteks manajemen investasi, tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Pada konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return harapan (expected return) dan return aktual atau yang terjadi (realized return). Return harapan merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.
Risiko
Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal penting yang harus selalu dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return harapan.
Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan
Hubungan tingkat risiko dan return harapan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
Jenis – Jenis Investasi
Investasi merupakan konsep aliran (flow concept), karena dihitung selama satu internal periode tertentu. Tetapi investasi akan memengaruhi jumlah barang modal yang tersedia (capital stock) pada satu periode tertentu. Tambahan stok barang modal adalah sebesar pengeluaran investasi satu periode sebelumnya.
Investasi dalam bentuk barang modal dan bangunan
Yang tercakup dalam invesatasi barang modal (capital goods) dan bangunan (construction) adalah pengeluaran – pengeluaran untuk pembelian pabrik – pabrik, mesin – mesin, peralatan – peralatan produksi dan bangunan – bangunan atau gedung – gedung yang baru. Karena daya tahan barang modal dan bangunan pada umumnya lebih dari setahun, seringkali investasi ini disebut sebagai investasi dalam bentuk harta tetap (fixed investment).
Investasi persediaan
Berdasarkan pertimbangan, perusahaan seringkali harus memproduksi lebih banyak daripada target penjualan. Misalnya, sebuah pabrik mobil menargetkan penjualan tahun 2019 adalah 50.000 unit. Tidaklah berarti produksinya harus 50.000 unit juga. Umumnya produksinya melebihi tingkat penjualan. Sebut saja 60.000 unit. Selisih 10.000 unit merupakan persediaan, untuk mengatisipasi berbagai kemungkinan. Tentu saja investasi persediaan diharapkan meningkatkan penghasilan / keuntungan.
Tapi dengan seiring perkembangan jaman seperti sekarang ini, banyak jenis investasi yang bisa kita lakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Investasi bisa dilakukan secara individu atau perorangan dengan berbagai macam tujuan investasi yang ada disekitar kita. Dan diantaranya sebagai berikut:
Investasi pada Emas
Emas sebagai logam mulia memiliki harga ekonomis yang tinggi, emas dalam setiap tahun mempunyai potensi kenaikan dan penurunan harga 10% sampai 20%. Bukan berarti orang yang berinvestasi pada emas tidak bisa rugi. Yang paling penting kita harus bisa mengetahui kapan harga emas pada titik terendah, disaat itu kita beli. Dan disaat saat harga emas naik kita jual. Biasanya harga Emas akan mengalami kenaikan menjelang Hari Raya.
Investasi di pasar modal (saham)
Investasi di pasar modal atau bursa saham adalah perdagangan saham dari bermacam macam perusahaan yang menyertakan modalnya melalui Bursa Efek sebagai pasar Obligasi dan derivatif.
Investasi di pasar saham tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan membaca pasar dan teknikal yang baik. Jadi jika anda ingin berinvestasi pada bidang ini, lebih baik anda belajar terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Karena tidak sedikit orang yang rugi saat berinvestasi di Pasar Modal (saham).
Investasi melalui Obligasi atau surat Hutang yang diterbitkan perusahaan.
Investasi jenis hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki dana dalam jumlah besar. biasanya investasi jenis ini melalui perjanjian berdasarkan kuartal Waktu tertentu, Dengan bunga yang tinggi.
Reksa dana
Yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi. Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.
Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran.
Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi. Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.
Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.
Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.
Manfaat Investasi untuk Masa Depan
Secara umum, ada beberapa manfaat investasi bagi masa depan yang bisa didapat investor dalam rangka mengamankan rencana-rencana dalam hidupnya. Sebagai contoh, setiap orang memiliki berbagai rencana di masa mendatang yang ingin diwujudkannya entah berupa rencana haji ke tanah suci, menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, renovasi rumah, menikah, tindakan antisipasi terhadap musibah seperti barang mewah sering menjadi godaan untuk bergaya hidup konsumtif dan modern. Hasrat memiliki beragam gadget terbaru, fashion branded terkini, godaan liburan ke luar negeri, dan keinginan membeli kendaraan mewah acapkali membuat seseorang lepas kendali dalam mengelola keuangannya sehingga tidak jarang dapat berakhir dengan terlilitnya hutang di bank atau pada kerabat kenalan. Melakukan investasi dalam bentuk asuransi atau tabungan dengan menyisihkan sebagian pendapatan yang diperoleh per bulan secara rutin akan menciptakan suatu komitmen yang dapat menjadi solusi terhadap kemungkinan adanya jeratan hutang yang mungkin terjadi.
Memperoleh jaminan pendapatan tetap
Dengan memiliki sebuah aset investasi, seorang investor akan merasa terjamin karena dengan aset investasinya tersebut ia nantinya dapat memanen keuntungan dari penjualan asetnya yang selalu dinilai dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembeliannya di masa lalu. Dengan kata lain, aset atau dana yang diinvestasikan itu bisa bekerja menghasilkan uang sendiri tanpa membutuhkan kerja keras investor sehingga di masa depan keuntungannya akan terakumulasi untuk dinikmati investor.
Mendorong gaya hidup hemat
Investasi dapat bermanfaat sebagai pendorong gaya hidup hemat. Mengapa demikian? Investasi dalam bentuk asuransi yang perlu dibayar preminya tiap bulan sejumlah yang telah disepakati sebelumnya oleh investor akan memicu timbulnya sikap hidup hemat “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian”. Memang pemotongan biaya hidup sehari-hari diperlukan untuk dapat menikmati besarnya hasil investasi yang akan didapat di kemudian hari.
Mencegah adanya jeratan hutang
Menciptakan kebahagiaan hidup dalam keluarga
Manfaat investasi yang terakhir ialah menciptakan kebahagiaan dalam keluarga mengingat banyaknya rencana keluarga yang perlu dipenuhi di masa depan seperti liburan ke tempat favorit, biaya pendidikan anak, dan dana cadangan terhadap kejadian yang tidak diharapkan seperti sakit atau meninggal. Kebahagiaan keluarga dapat semakin terjaga dan terjamin jika keperluan keluarga dapat terpenuhi dengan jalan melakukan investasi pada program asuransi pendidikan, asuransi jiwa, dan sebagainya
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Rate of Return)
Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah kontrol Perusahaan, seperti tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi. Sedangkan faktor non-teknis, seperti kepemilikkan hak dan atau kekuatan monopoli, kedekatan denga pusat kekuasaan, dan penguasaan jalur informasi.
Kondisi Eksternal Perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi utama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional.
Biaya Investasi
Hal yangpaling menentukan adalah tingkat bunga pinjaman. Makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat akan investasi makin menurun. Namun tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi dan faktor yang mempengaruhi adalah masalah kelembagaan.
Marginal Efficiency of Capital (MEC), Tingkat Bunga, dan Marginal Efficiency of Investement (MEI)
Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Dalam ekonomi makro, investasi merupakan salah satu komponen dari pendapatan nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Demestic Product (GDP). Sehingga pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu Negara dapat ditinjau dari pendapatan nasional Negara tersebut. GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu konsumsi dinotasikan C, investasi dinotasikan I, pembelian oleh pemerintah dinotasikan G, dan total bersih ekspor atau ekspor neto dinotasikan dengan X – M. Notasi X untuk ekspor dan M untuk impor. Ekspor neto (X – M) menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor. Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = GDP
Dari persamaannya dapat diketahui bahwa investasi berkorelasi positif dengan GDP. Secara umum dapat dikatakan, jika investasi naik, maka GDP cenderung naik. Atau sebaliknya, jika investasi turun, maka GDP cenderung turun. Investasi dipengaruhi oleh tingkat pengembalian modal dan tingkat bunga. Para pemilik modal akan berinvestasi jika tingkat pengembalian modal lebih besar daripada tingkat bunga. Tingkat bunga yang tinggi menyebabkan investasi menjadi tidak menarik atau tidak menguntungkan. Ketika tingkat bunga tinggi sebagian modal digunakan untuk mencari keuntungan dari tingkat bunga melalui deposito atau tabungan. Tingkat bunga tinggi pada akhir akan mengurangi jumlah modal yang diinvestasikan. Jika pengeluaran investasi berkurang, maka GDP cenderung menurun.
Pengaruh Investasi Dalam Perekonomian Indonesia
Pemerintah menargetkan 10,7 juta lapangan kerja baru, serta menurunkan tingkat kemiskinan menjadi sekitar 8-10% pada akhir tahun 2014. target itu bisa tercapai asalkan setiap tahunnya perekonomian meningkat 30% lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Untuk mendorongnya, pemerintah harus fokus pada tiga hal, yaitu ekspor, investasi pemerintah dan publik, serta konsumsi. Di samping itu, investasi yang dikembangkan pun harus lebih memihak pada penciptaan lapangan kerja.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,3-6,4% pemerintah menargetkan pertumbuhan laju investasi sebesar 10% pada tahun 2011. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan perkiraan realisasinya pada tahun 2010 yang sebesar 8%. Membaiknya likuiditas keuangan global akan semakin mendorong masuknya aliran modal dari luar negeri sehingga menggerakkan kinerja investasi domestik dan daya saing perekonomian nasional. Kebutuhan investasi nominal tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp2.243,8 triliun. Kebutuhan investasi tersebut akan bersumber dari PMA dan PMDN sebesar 26,8%, kredit perbankan 17,4%, pasar modal 16,7%, belanja modal pemerintah 12,4%, dan sumber-sumber investasi lainnya. Melihat kondisi Indonesia setidaknya ada beberapa alasan mendasar mengapa Indonesia membutuhkan investasi asing saat ini:
Penyediaan lapangan kerja
Mengembangkan industri subsitusi impor untuk menghemat devisa Kehadiran penanaman modal asing dapat dipergunakan untuk membantu mengembangkan industri subsitusi impor dalam rangka menghemat devisa.
Mendorong berkembangnya industri barang-barang ekspor non-migas untuk mendapatkan devisa.
Pembangunan daerah-daerah tertinggal.
Investasi asing diharapkan sebagai salah satu sumber pembiayaan dalam pembangunan yang dapat digunakan untuk membangun Infrastruktur seperti pelabuhan, listrik, air bersih, jalan, rel kereta api, dan lain-lain.
Alih teknologi.
Salah satu tujuan mengundang modal asing adalah untuk mewujudkan alih teknologi.
Ada beberapa anggapan mengenai manfaat investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut:
Investasi asing akan menciptakan perusahaan – perusahaan baru, memperluas pasar atau merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
Investasi asing akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua.
Investasi asing akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.
Pembayaran utang adalah esensial untuk melindungi keberadaan barang-barang finansial di pasar internasional dan mengelola integritas sistem keuangan. Kedua hal ini, sangat krusial uuntuk kelangsungan pembangunan.
Sebagian besar negara-negara dunia tergantung pada investasi asing untuk menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya-sumberdaya lokal tidak tersedia atau tidak mencukupi.
PERBEDAAN TABUNGAN DAN INVESTASI
Dari Sisi Keuntungan
Tabungan tidak menghasilkan keuntungan kecuali bunga yang nantinya bisa tergerus oleh inflasi. Ketika terjadi krisis moneter tahun 1997 yang lalu, disaat bank – bank menawarkan bunga deposito yang “gila – gilaan”, banyak orang memanfaatkan momentum ini dengan membuka tabungan deposito jangka pendek. Karena efek bunganya sangat terasa, hanya dengan menabung 100 juta rupiah dalam waktu tiga bulan bisa mendapat kurang lebih 30 juta rupiah. Tetapi momen seperti ini tidak terjadi setiap hari sehingga tidak bisa berpatokan bahwa deposito adalah bagian dari investasi.
Sedangkan investasi adalah sesuatu yang apabila Anda tanamkan uang di dalamnya maka potensi keuntungannya berlipat dan besar. Contohnya adalah saham, reksadana atau sebidang tanah. Antara investasi saham dan bunga deposito, memiliki perbedaan yang cukup mendasar terkait dari jumlah keuntungan yang bisa didapatkan.
Dari Sisi Risiko
Tidak ada risiko apapun dengan menabung di bank. Satu-satunya yang perlu diwaspadai adalah ketika bank tersebut dilikuidasi. Itupun sebenarnya tidak perlu terlalu cemas karena pemerintah menjamin simpanan Anda melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
Sebaliknya investasi rawan risiko. Yang paling besar adalah kerugian finansial. Banyak orang yang stress ketika harga saham yang ia simpan mendadak terjun bebas ke level yang paling bawah. Banyak orang yang gelisah ketika tanahnya tidak laku – laku. Banyak orang yang uring-uringan saat harga logam mulia yang ia simpan selama bertahun-tahun tidak meningkat. Jadi, jika ingin berinvestasi maka harus berani pula menanggung risiko.
Dari Sisi Keamanan
Tabungan bisa dipindahtangankan dengan mudah. Maksudnya, jika saat ini Anda punya uang di ATM lalu ada orang yang butuh bantuan finansial, Anda hanya perlu transfer saja sejumlah yang dibutuhkan. Tidak perlu ada prosedur apapun. Sedangkan investasi tidak bisa seperti itu. Ketika Anda ingin menolong teman Anda sementara Anda tidak punya uang tabungan, satu – satunya cara adalah dengan menjual aset investasi. Tidak heran ketika seseorang butuh biaya ke rumah sakit maka ia menjual tanahnya dengan harga di bawah harga pasaran. Atau menggadaikan logam mulianya yang sedianya akan dipakai untuk biaya kuliah anak. Bisa juga dengan menjual saham – saham yang disimpan disaat prospek harganya sedang bagus-bagusnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu. Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak di belanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek.
investasi menurut Henry Simamora (2000:438) : Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang
Saran
Dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat tentang pebtingnya tabungan dan investasi
Sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi
DAFTAR PUSTAKA
Naila Suhada (2012) Pola Konsumsi Tabungan Dan Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari: http://nailasuhada-m.blogspot.co.id/2012/04/pola-konsumsi-tabungan-dan-investasi.html
Putri Nurathovia (2013) Makalah Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari: https://putrinurathovia.wordpress.com/2013/06/08/makalah-investasi/
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi teori dan aplikasi, Edisi Pertama, KANISIUS, Yogyakarta.
http://www.academia.edu/10367428/Teori_Tabungan diakses pada tanggal 29 Desember 2018 pukul 17.00
http://library.upnvj.ac.id/pdf/d3keu09/205101009/bab2. diakses pada 29 Desember 2018 pukul 17.15
TABUNGAN DAN INVESTASI
PROGRAM STUDI S 1 KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
TAHUN 2019
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
Tabungan 3
Pengertian Tabungan 3
Manfaat dan Tujuan Tabungan 5
Jenis – jenis Tabungan 6
Faktor yang Mempegaruhi Tabungan 7
Perhitungan Bunga Tabungan 8
Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan 9
Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi 11
Investasi 11
Pengertian Investasi 11
Tujuan Investasi 12
Kriteria Investasi 13
Dasar Keputusan Investasi 14
Jenis – jenis Investasi 15
Manfaat Investasi untuk Masa Depan 18
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Investasi 19
Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi 20
Pengaruh Investasi dalam Perekonomian Indonesia 21
Perbedaan Tabungan dan Investasi 23
BAB III PENUTUP 25
Kesimpulan 25
Saran 25
DAFTAR PUSTAKA 26
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu teori ekonomi pembangunan yang sampai sekarang masih digunakan adalah teori Tabungan dan Investasi oleh Harrod-Domar. Dalam teori ini mencapai kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Jika tabungan dan investasi rendah maka pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan rendah.
Sekarang ini hampir disemua negara, khususnya negara berkembang membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.
Banyak negara – negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.
Negara berkembang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sumber dana yang besar, namun di lain pihak sumber dana mengalami kendala dalam pembentukan modal. Depresiasi tajam memiliki nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, menurunnya tingkat kepercayaan investor, terjadi akibat dari krisis ekonomi indonsia tahun 1997. Investor domestik untuk biaya pembangunan bisa bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negri, namun karena keterbatasan pinjaman luar negeri, tabunga nasional menjadi hal yang utama. Saving Investasi Gap yang melebar dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi domestic melebihi kemampuan dalam mengakumulasi tabungan nasional.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
Mengetahui dan memahami Teori Tabungan
Mengetahui dan memahami Teori Investasi
Mengetahui dan memahami Perbedaan Tabungan dan Investasi
BAB II
PEMBAHASAN
TABUNGAN
Pengertian Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat – syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu.
Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak dibelanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga -jaga dalam jangka pendek.
Tabungan nasional (national saving) dapat didefinisikan sebagai pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Dalam suatu negara, investasi domestik dapat dibiayai oleh tabungan nasional dan pinjaman dari luar negeri. Total dan yang tersedia untuk membiayai investasi (I) sama dengan tabungan nasional (S + (T-G)) ditambah dengan pinjaman dari luar negeri (X-M). Secara matematis dapat dirumuskan: I = S + (T-G) + (X-M)
Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Tabungan perusahaan merupakan kelebihan pendapatan (laba) yang tidak dibagikan kepada pemegang saham yang besarnya dapat diketahui dari neraca perusahaan. Sedangkan tabungan rumah tangga merupakan bagian dari pendapatan yang diterima rumah tangga yang tidak dibelanjakan untuk keperluan konsumsi. Secara matematis persamaan tabungan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Jika tabungan swasta adalah S = (Y-T) – C dan
Tabungan pemerintah adalah (T-G), maka
Tabungan nasional = S + (T-G)
= (Y-T) – C +(T-G)
=Y–C–G
Dimana S adalah tabungan swasta, Y adalah pendapatan aggregat, T adalah pendapatan pajak netto, C adalah konsumsi, G adalah pengeluaran pemerintah. Jika T-G bernilai positif, maka pemerintah akan mengalami budget surplus, dan sektor ini akan ditambahkan pada sektor swasta untuk menambah sumber pembiayaan investasi. Namun jika T-G bernilai negatif berarti pemerintah mengalami budget deficit, dan pemerintah harus meminjam dana dari pihak lain.
Manfaat dan Tujuan Tabungan
Manfaat Tabungan
Beberapa manfaat yang diperoleh dari tabungan pada umumnya, antara lain:
Manfaat yang diperoleh bagi bank antara lain adalah :
Sebagai salah satu sumber dana bagi bank yang bersangkutan dan dapat digunakan sebagai penunjang operasional bank dalam memperoleh keuntungan atau laba.
Sebagai penunjang untuk menarik nasabah dalam rangka menggunakan fasilitas produk-produk lainnya.
Untuk membantu program pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.
Manfaat yang diperoleh bagi nasabah antara lain adalah:
Terjamin keamanannya karena dengan menyimpan uang di bank keamanan akan uang terjamin.
Akan mendapatkan bunga dengan menyimpan uang di bank.
Dapat terhindar dari pemakaian uang secara terus-menerus.
Adanya kepastian saat penarikan uang, karena dapat dilakukan setiap saat dimana saja dan tidak dikenakan biaya administrasi dengan fasilitas ATM.
Tujuan Tabungan
Menaikkan minat masyarakat untuk menjadi nasabah bank dengan memberikan kepercayaan kepada bank untuk mengelola dananya.
Meningkatkan pelayanan kepada nasabah bank dalam hal ini nasabah tabungan dengan berbagai fasilitas transaksi yang bisa dilakukan seperti penyetoran, penarikan, pemindahbukuan dan pelayanan lainnya.
Mengantisipasikan persaingan antar bank.
Dengan banyaknya produk tabungan yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia, maka diciptakan produk yang diharapkan dapat ikut bersaing dalam menghimpun dana masyarakat. Dengan menawarkan fasilitas online, kartu ATM , dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat menarik minat nasabah baru dan mempertahankan nasabah lama agar tidak pindah ke bank lain
Jenis – jenis Tabungan
Dalam praktik perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat beberapa jenis-jenis tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak dari fasilitas yang diberikan kepada si penabung. Dengan demikian maka si penabung mempunyai banyak pilihan. Jenis-jenis tabungan yang diselenggarakan bank pada umumnya sebagai berikut:
Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas)
Merupakan bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan, tabanas pertama kali diatur pada tahun 1971. Tabanas tersebut terdiri dari :
Tabanas Umum
Yaitu tabanas yang berlaku bagi perorangan yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh penabung yang bersangkutan.
Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram)
Yaitu tabanas khusus yang dilaksanakan secara kolektif melalui organisasi pemuda, sekolah dan satuan pramuka yang pertama kalinya diatur dalam piagam – piagam kerja sama antara Bank Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan antara Bank Indonesia dan Kwarnas Pramuka, pada tanggal 22 Februari 1974.
Tabungan Pegawai
Yaitu tabanas khusus para pegawai dari semua golongan kepangkatan di lingkungan Departemen/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Perusahaan Pemerintah maupun Swasta yang pelaksanaan penyetorannya dilakukan secara kolektif.
Taska, merupakan bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa, yang pertama kali diatur tahun 1971.
Tabungan ONH, merupakan setoran ongkos naik haji atas nama calon jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan. Besarnya setoran dimuka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji, ditetapkan pertama kali oleh Keppres pada tahun 1969.
Tabungan lainnya, merupakan tabungan selain Tabanas dan Taska, misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan Tabanas dan Taska atau tabungan masyarakat pada bank – bank lain yang bukan penyelenggara Tabanas ataupun Taska.
Faktor yang mempengaruhi Tabungan
Alfred Marshall dari kaum neoklasik mengemukakan bahwa terdapat faktor ekonomi dan non ekonomi yang mempengaruhi tabungan. Diantara faktor-faktor ekonomi tersebut, dia menekankan pada tingkat bunga, walaupun mungkin ada keadaan dimana tetap ada tabungan walaupun tingkat bunga negatif.
Menurut teori ‘Ricardian Equivalence’, peningkatan pada defisit anggaran pemerintah akan menstimulasi tabungan swasta karena mereka berekspektasi akan terjadi peningkatan pada kewajiban pajak mereka di masa yang akan datang. Sebagai hasilnya, mereka akan mengurangi tingkat konsumsinya dan meningkatkan tabungan. Tetapi teori ‘Ricardian Equivalence’ tidak dapat digunakan di negara berkembang (Hadjimicheal et al 1995), karena diperlukan adanya eksistensi pasar modal yang efisien, yang jarang ditemui pada karakteristik negara – negara berkembang.
Selain tingkat bunga, pendapatan juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tabungan nasional. Pendapat tersebut dikemukakan oleh J.M. Keynes dalam teorinya mengenai kecenderungan untuk mengkonsumsi (propensity to consume) yang secara eksplisit menghubungkan antara tabungan dan pendapatan. Keynes menyatakan suatu fungsi konsumsi modern yang didasari oleh perilaku psikologis modern, yaitu apabila terjadi peningkatan pada pendapatan riil, peningkatan tersebut tidak digunakan seluruhnya untuk meningkatlkan konsumsi, tetapi dari sisa pendapatan tersebut juga digunakan untuk menabung, hal ini dapat dijelaskan dalam persamaan berikut :
S ≡ Y – C
C = Ĉ + cY; Ĉ > 0 ;0 < c <1 span="">
Dimana:
S = saving
Y = income
Ĉ = intercept; tingkat konsumsi ketika pendapatan nol
c = marginal propensity to consume
Perhitungan Bunga Tabungan
Metode saldo terendah
Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.
Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan
Ketentuan Umum Tabungan
Prosedur pembukaan dan penyetoran tabungan bagi nasabah baru: Penabung / Nasabah Calon nasabah mengisi formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama, dan kartu identitas diri seperti KTP/SIM, kemudian menyerahkan kepada petugas dalam hal ini Customer Services.
Petugas Tabugan (Customer Services) :
Memeriksa formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama dan kartu identitas diri seperti KTP / SIM.
Pengadministrasian dan penyimpanan slip setoran dan input data tersebut dalam komputer.
Mencatat mutasi penyetoran pada buku tabungan berdasarkan slip setoran.
Mengembalikan slip setoran dan kartu identitas diri kepada penabung untuk menyetorkan uangnya pada kasir/teller.
Menyerahkan buku tabungan pada kasir/teller.
Petugas Tabungan (Teller / Kasir):
Terima dan periksa buku tabungan dari petugas tabungan (Customer Services) serta menerima slip setoran dan uang dari nasabah.
Input data tersebut kedalam komputer pada menu tabungan.
Slip penyetoran dan buku tabungan diserahkan ke bagian pengawas.
Menyerahkan kembali buku tabungan kepada nasabah setelah buku tabungan tersebut diperiksa oleh pengawas.
Prosedur pengambilan tabungan / penarikan tabungan.
Penabung / Nasabah:
Nasabah datang ke Bank untuk mengambil dana dalam produk tabungan dengan mengisi slip penarikan tabungan 2 rangkap.
Slip penarikan dan buku tabungan diserahkan pada petugas tabungan (Teller / Kasir)
Petugas tabungan (Teller/Kasir):
Menerima buku tabungan, slip pengambilan yang telah diisi oleh penabung, kemudian memeriksanya.
Mencocokkan tanda tangan yang tertera dalam slip pengambilan dengan speciment-nya dan memarafnya pada slip pengambilan.
Menginput transaksi ke dalam komputer pada menu tabungan.
Menyerahkan buku tabungan, slip pengambilan, serta speciment pada pengawas.
Setelah diperiksa oleh pengawas, buku tabungan diserahkan kembali kepada nasabah.
Pengawas:
Memeriksa buku tabungan, slip pengambilan 2 rangkap, dan speciment dari petugas tabungan, kemudian diperiksa dan ditandatangani.
Menyerahkan buku tabungan serta slip pengambilan 2 rangkap pada teller dan speciment pada petugas tabungan.
Petugas Tabungan:
Menyimpan speciment dan slip pengambilan rangkap dua dari pengawas.
Menyerahkan slip pengambilan rangkap 1 pada bagian akuntansi atau bagian pembukuan.
Untuk menarik dana yang terdapat dalam rekening tabungan dapat menggunakan berbagai sarana atau sarana penarikan. Adapun beberapa sarana penarikan tabungan yang digunakan tergantung bank masing – masing yang ingin menggunakan sarana yang mereka inginkan. Sarana penarikan ini dapat digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan.
Sarana yang sering digunakan saat penarikan adalah sebagai berikut:
Buku Tabungan
Merupakan buku yang dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran dan pembebanan yang mungkin terjadi. Buku ini dapat digunakan pada saat penarikan, sehingga langsung mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.
Slip Penarikan
Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang serta tanda tangan untuk menarik sejumlah uang. Slip penarikan biasanya digunakan bersamaan dengan buku tabungan.
Kwitansi
Merupakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip penarikan, di mana tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang dan tanda tangan penarik.
Kartu ATM
Merupakan sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya di mesin Automated Teller Machine ( ATM ). Mesin ATM biasanya tersebar di tempat yang strategis.
Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting dari persediaan modal pada kondisi mapan. Jika tingkat tabungan tinggi, perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan memiliki persediaan modal yang kecil dan tingkat out put yang rendah. Pandangan model Solow tentang hubungan diantara tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya sementara. Kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan sampai perekonomian mencapai kondisi mapan baru. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi selamanya (Mankiw, 2003)
INVESTASI
Pengertian Investasi
Menurut Sunariyah (2003:4): Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa – masa yang akan datang.
Menurut Henry Simamora (2000:438): Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pendapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik.
Tujuan Investasi
Investasi adalah penanaman modal untuk biasanya berjangka panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang sebagai kompensasi secara profesional atas penundaan konsumsi, dampak inflasi dan resiko yang ditanggung. Keputusan investasi dapat dilakukan individu, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan yield. Alasan seorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta untuk menghindari merosotnya nilai kekayaan yang dimiliki.
Tujuan Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian sebuah penyertaan modal dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan.
Menurut Tandelilin (2010) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain sebagai berikut:
Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
Dorongan untuk menghemat pajak.
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.
Kriteria Investasi
Payback Period
Payback Period adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat di kembalikan, atau waktu yang dikembalikan mencapai titik impas (biasanya hal ini diperuntukan untuk investasi yang tidak memiliki nilai depresiasi yaitu yang biasa terjadi pada aktiva tetap selain tanah).
Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)
B/C ratio ini mengukur mana yang lebih besar, apakah biaya yang dikeluarkan untuk investasi atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan dengan C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan dengan B (benefit). Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, yang berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
Net Present Value (NPV)
NPV ini bisa juga diartikan nilai harapan jika seseorang menginvestasikan sumber daya yang ia miliki. Perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Untuk membuat hasil lebih akurat, maka nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih.
Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah nilai tingkat pengembalian investasi. Dihitung pada saat NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.
Dasar Keputusan Investasi
Menurut Tandelilin (2010) proses investasi meliputi pemahaman dasar – dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linier. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus di pertimbangkan. Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing – masing dasar keputusan investasi:
Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Pada konteks manajemen investasi, tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Pada konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return harapan (expected return) dan return aktual atau yang terjadi (realized return). Return harapan merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.
Risiko
Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal penting yang harus selalu dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return harapan.
Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan
Hubungan tingkat risiko dan return harapan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
Jenis – Jenis Investasi
Investasi merupakan konsep aliran (flow concept), karena dihitung selama satu internal periode tertentu. Tetapi investasi akan memengaruhi jumlah barang modal yang tersedia (capital stock) pada satu periode tertentu. Tambahan stok barang modal adalah sebesar pengeluaran investasi satu periode sebelumnya.
Investasi dalam bentuk barang modal dan bangunan
Yang tercakup dalam invesatasi barang modal (capital goods) dan bangunan (construction) adalah pengeluaran – pengeluaran untuk pembelian pabrik – pabrik, mesin – mesin, peralatan – peralatan produksi dan bangunan – bangunan atau gedung – gedung yang baru. Karena daya tahan barang modal dan bangunan pada umumnya lebih dari setahun, seringkali investasi ini disebut sebagai investasi dalam bentuk harta tetap (fixed investment).
Investasi persediaan
Berdasarkan pertimbangan, perusahaan seringkali harus memproduksi lebih banyak daripada target penjualan. Misalnya, sebuah pabrik mobil menargetkan penjualan tahun 2019 adalah 50.000 unit. Tidaklah berarti produksinya harus 50.000 unit juga. Umumnya produksinya melebihi tingkat penjualan. Sebut saja 60.000 unit. Selisih 10.000 unit merupakan persediaan, untuk mengatisipasi berbagai kemungkinan. Tentu saja investasi persediaan diharapkan meningkatkan penghasilan / keuntungan.
Tapi dengan seiring perkembangan jaman seperti sekarang ini, banyak jenis investasi yang bisa kita lakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Investasi bisa dilakukan secara individu atau perorangan dengan berbagai macam tujuan investasi yang ada disekitar kita. Dan diantaranya sebagai berikut:
Investasi pada Emas
Emas sebagai logam mulia memiliki harga ekonomis yang tinggi, emas dalam setiap tahun mempunyai potensi kenaikan dan penurunan harga 10% sampai 20%. Bukan berarti orang yang berinvestasi pada emas tidak bisa rugi. Yang paling penting kita harus bisa mengetahui kapan harga emas pada titik terendah, disaat itu kita beli. Dan disaat saat harga emas naik kita jual. Biasanya harga Emas akan mengalami kenaikan menjelang Hari Raya.
Investasi di pasar modal (saham)
Investasi di pasar modal atau bursa saham adalah perdagangan saham dari bermacam macam perusahaan yang menyertakan modalnya melalui Bursa Efek sebagai pasar Obligasi dan derivatif.
Investasi di pasar saham tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan membaca pasar dan teknikal yang baik. Jadi jika anda ingin berinvestasi pada bidang ini, lebih baik anda belajar terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Karena tidak sedikit orang yang rugi saat berinvestasi di Pasar Modal (saham).
Investasi melalui Obligasi atau surat Hutang yang diterbitkan perusahaan.
Investasi jenis hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki dana dalam jumlah besar. biasanya investasi jenis ini melalui perjanjian berdasarkan kuartal Waktu tertentu, Dengan bunga yang tinggi.
Reksa dana
Yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi. Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.
Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran.
Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi. Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.
Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.
Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.
Manfaat Investasi untuk Masa Depan
Secara umum, ada beberapa manfaat investasi bagi masa depan yang bisa didapat investor dalam rangka mengamankan rencana-rencana dalam hidupnya. Sebagai contoh, setiap orang memiliki berbagai rencana di masa mendatang yang ingin diwujudkannya entah berupa rencana haji ke tanah suci, menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, renovasi rumah, menikah, tindakan antisipasi terhadap musibah seperti barang mewah sering menjadi godaan untuk bergaya hidup konsumtif dan modern. Hasrat memiliki beragam gadget terbaru, fashion branded terkini, godaan liburan ke luar negeri, dan keinginan membeli kendaraan mewah acapkali membuat seseorang lepas kendali dalam mengelola keuangannya sehingga tidak jarang dapat berakhir dengan terlilitnya hutang di bank atau pada kerabat kenalan. Melakukan investasi dalam bentuk asuransi atau tabungan dengan menyisihkan sebagian pendapatan yang diperoleh per bulan secara rutin akan menciptakan suatu komitmen yang dapat menjadi solusi terhadap kemungkinan adanya jeratan hutang yang mungkin terjadi.
Memperoleh jaminan pendapatan tetap
Dengan memiliki sebuah aset investasi, seorang investor akan merasa terjamin karena dengan aset investasinya tersebut ia nantinya dapat memanen keuntungan dari penjualan asetnya yang selalu dinilai dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembeliannya di masa lalu. Dengan kata lain, aset atau dana yang diinvestasikan itu bisa bekerja menghasilkan uang sendiri tanpa membutuhkan kerja keras investor sehingga di masa depan keuntungannya akan terakumulasi untuk dinikmati investor.
Mendorong gaya hidup hemat
Investasi dapat bermanfaat sebagai pendorong gaya hidup hemat. Mengapa demikian? Investasi dalam bentuk asuransi yang perlu dibayar preminya tiap bulan sejumlah yang telah disepakati sebelumnya oleh investor akan memicu timbulnya sikap hidup hemat “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian”. Memang pemotongan biaya hidup sehari-hari diperlukan untuk dapat menikmati besarnya hasil investasi yang akan didapat di kemudian hari.
Mencegah adanya jeratan hutang
Menciptakan kebahagiaan hidup dalam keluarga
Manfaat investasi yang terakhir ialah menciptakan kebahagiaan dalam keluarga mengingat banyaknya rencana keluarga yang perlu dipenuhi di masa depan seperti liburan ke tempat favorit, biaya pendidikan anak, dan dana cadangan terhadap kejadian yang tidak diharapkan seperti sakit atau meninggal. Kebahagiaan keluarga dapat semakin terjaga dan terjamin jika keperluan keluarga dapat terpenuhi dengan jalan melakukan investasi pada program asuransi pendidikan, asuransi jiwa, dan sebagainya
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Rate of Return)
Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah kontrol Perusahaan, seperti tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi. Sedangkan faktor non-teknis, seperti kepemilikkan hak dan atau kekuatan monopoli, kedekatan denga pusat kekuasaan, dan penguasaan jalur informasi.
Kondisi Eksternal Perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi utama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional.
Biaya Investasi
Hal yangpaling menentukan adalah tingkat bunga pinjaman. Makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat akan investasi makin menurun. Namun tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi dan faktor yang mempengaruhi adalah masalah kelembagaan.
Marginal Efficiency of Capital (MEC), Tingkat Bunga, dan Marginal Efficiency of Investement (MEI)
Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Dalam ekonomi makro, investasi merupakan salah satu komponen dari pendapatan nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Demestic Product (GDP). Sehingga pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu Negara dapat ditinjau dari pendapatan nasional Negara tersebut. GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu konsumsi dinotasikan C, investasi dinotasikan I, pembelian oleh pemerintah dinotasikan G, dan total bersih ekspor atau ekspor neto dinotasikan dengan X – M. Notasi X untuk ekspor dan M untuk impor. Ekspor neto (X – M) menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor. Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = GDP
Dari persamaannya dapat diketahui bahwa investasi berkorelasi positif dengan GDP. Secara umum dapat dikatakan, jika investasi naik, maka GDP cenderung naik. Atau sebaliknya, jika investasi turun, maka GDP cenderung turun. Investasi dipengaruhi oleh tingkat pengembalian modal dan tingkat bunga. Para pemilik modal akan berinvestasi jika tingkat pengembalian modal lebih besar daripada tingkat bunga. Tingkat bunga yang tinggi menyebabkan investasi menjadi tidak menarik atau tidak menguntungkan. Ketika tingkat bunga tinggi sebagian modal digunakan untuk mencari keuntungan dari tingkat bunga melalui deposito atau tabungan. Tingkat bunga tinggi pada akhir akan mengurangi jumlah modal yang diinvestasikan. Jika pengeluaran investasi berkurang, maka GDP cenderung menurun.
Pengaruh Investasi Dalam Perekonomian Indonesia
Pemerintah menargetkan 10,7 juta lapangan kerja baru, serta menurunkan tingkat kemiskinan menjadi sekitar 8-10% pada akhir tahun 2014. target itu bisa tercapai asalkan setiap tahunnya perekonomian meningkat 30% lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Untuk mendorongnya, pemerintah harus fokus pada tiga hal, yaitu ekspor, investasi pemerintah dan publik, serta konsumsi. Di samping itu, investasi yang dikembangkan pun harus lebih memihak pada penciptaan lapangan kerja.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,3-6,4% pemerintah menargetkan pertumbuhan laju investasi sebesar 10% pada tahun 2011. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan perkiraan realisasinya pada tahun 2010 yang sebesar 8%. Membaiknya likuiditas keuangan global akan semakin mendorong masuknya aliran modal dari luar negeri sehingga menggerakkan kinerja investasi domestik dan daya saing perekonomian nasional. Kebutuhan investasi nominal tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp2.243,8 triliun. Kebutuhan investasi tersebut akan bersumber dari PMA dan PMDN sebesar 26,8%, kredit perbankan 17,4%, pasar modal 16,7%, belanja modal pemerintah 12,4%, dan sumber-sumber investasi lainnya. Melihat kondisi Indonesia setidaknya ada beberapa alasan mendasar mengapa Indonesia membutuhkan investasi asing saat ini:
Penyediaan lapangan kerja
Mengembangkan industri subsitusi impor untuk menghemat devisa Kehadiran penanaman modal asing dapat dipergunakan untuk membantu mengembangkan industri subsitusi impor dalam rangka menghemat devisa.
Mendorong berkembangnya industri barang-barang ekspor non-migas untuk mendapatkan devisa.
Pembangunan daerah-daerah tertinggal.
Investasi asing diharapkan sebagai salah satu sumber pembiayaan dalam pembangunan yang dapat digunakan untuk membangun Infrastruktur seperti pelabuhan, listrik, air bersih, jalan, rel kereta api, dan lain-lain.
Alih teknologi.
Salah satu tujuan mengundang modal asing adalah untuk mewujudkan alih teknologi.
Ada beberapa anggapan mengenai manfaat investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut:
Investasi asing akan menciptakan perusahaan – perusahaan baru, memperluas pasar atau merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
Investasi asing akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua.
Investasi asing akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.
Pembayaran utang adalah esensial untuk melindungi keberadaan barang-barang finansial di pasar internasional dan mengelola integritas sistem keuangan. Kedua hal ini, sangat krusial uuntuk kelangsungan pembangunan.
Sebagian besar negara-negara dunia tergantung pada investasi asing untuk menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya-sumberdaya lokal tidak tersedia atau tidak mencukupi.
PERBEDAAN TABUNGAN DAN INVESTASI
Dari Sisi Keuntungan
Tabungan tidak menghasilkan keuntungan kecuali bunga yang nantinya bisa tergerus oleh inflasi. Ketika terjadi krisis moneter tahun 1997 yang lalu, disaat bank – bank menawarkan bunga deposito yang “gila – gilaan”, banyak orang memanfaatkan momentum ini dengan membuka tabungan deposito jangka pendek. Karena efek bunganya sangat terasa, hanya dengan menabung 100 juta rupiah dalam waktu tiga bulan bisa mendapat kurang lebih 30 juta rupiah. Tetapi momen seperti ini tidak terjadi setiap hari sehingga tidak bisa berpatokan bahwa deposito adalah bagian dari investasi.
Sedangkan investasi adalah sesuatu yang apabila Anda tanamkan uang di dalamnya maka potensi keuntungannya berlipat dan besar. Contohnya adalah saham, reksadana atau sebidang tanah. Antara investasi saham dan bunga deposito, memiliki perbedaan yang cukup mendasar terkait dari jumlah keuntungan yang bisa didapatkan.
Dari Sisi Risiko
Tidak ada risiko apapun dengan menabung di bank. Satu-satunya yang perlu diwaspadai adalah ketika bank tersebut dilikuidasi. Itupun sebenarnya tidak perlu terlalu cemas karena pemerintah menjamin simpanan Anda melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
Sebaliknya investasi rawan risiko. Yang paling besar adalah kerugian finansial. Banyak orang yang stress ketika harga saham yang ia simpan mendadak terjun bebas ke level yang paling bawah. Banyak orang yang gelisah ketika tanahnya tidak laku – laku. Banyak orang yang uring-uringan saat harga logam mulia yang ia simpan selama bertahun-tahun tidak meningkat. Jadi, jika ingin berinvestasi maka harus berani pula menanggung risiko.
Dari Sisi Keamanan
Tabungan bisa dipindahtangankan dengan mudah. Maksudnya, jika saat ini Anda punya uang di ATM lalu ada orang yang butuh bantuan finansial, Anda hanya perlu transfer saja sejumlah yang dibutuhkan. Tidak perlu ada prosedur apapun. Sedangkan investasi tidak bisa seperti itu. Ketika Anda ingin menolong teman Anda sementara Anda tidak punya uang tabungan, satu – satunya cara adalah dengan menjual aset investasi. Tidak heran ketika seseorang butuh biaya ke rumah sakit maka ia menjual tanahnya dengan harga di bawah harga pasaran. Atau menggadaikan logam mulianya yang sedianya akan dipakai untuk biaya kuliah anak. Bisa juga dengan menjual saham – saham yang disimpan disaat prospek harganya sedang bagus-bagusnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu. Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak di belanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek.
investasi menurut Henry Simamora (2000:438) : Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang
Saran
Dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat tentang pebtingnya tabungan dan investasi
Sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi
DAFTAR PUSTAKA
Naila Suhada (2012) Pola Konsumsi Tabungan Dan Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari: http://nailasuhada-m.blogspot.co.id/2012/04/pola-konsumsi-tabungan-dan-investasi.html
Putri Nurathovia (2013) Makalah Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari: https://putrinurathovia.wordpress.com/2013/06/08/makalah-investasi/
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi teori dan aplikasi, Edisi Pertama, KANISIUS, Yogyakarta.
http://www.academia.edu/10367428/Teori_Tabungan diakses pada tanggal 29 Desember 2018 pukul 17.00
http://library.upnvj.ac.id/pdf/d3keu09/205101009/bab2. diakses pada 29 Desember 2018 pukul 17.15
Langganan:
Postingan (Atom)
Kewirausahaan DAYCARE ANAK SEHAT
TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN DAYCARE Anak SEHAT UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KESEHAT...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menggunakan peralatan untuk beraktivitas. Di dalam peralatan ...
-
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN DRAFT PROPOSAL HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH P...
-
TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN DAYCARE Anak SEHAT UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KESEHAT...