Kamis, 24 Januari 2019

Makalah tabungan dan investasi

PENGANTAR ILMU EKONOMI


TABUNGAN DAN INVESTASI



















PROGRAM STUDI S 1 KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
TAHUN 2019

DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
Tabungan 3
Pengertian Tabungan 3
Manfaat dan Tujuan Tabungan 5
Jenis – jenis Tabungan 6
Faktor yang Mempegaruhi Tabungan 7
Perhitungan Bunga Tabungan 8
Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan 9
Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi 11
Investasi 11
Pengertian Investasi 11
Tujuan Investasi 12
Kriteria Investasi 13
Dasar Keputusan Investasi 14
Jenis – jenis Investasi 15
Manfaat Investasi untuk Masa Depan 18
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Investasi 19
Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi 20
Pengaruh Investasi dalam Perekonomian Indonesia 21
Perbedaan Tabungan dan Investasi 23
BAB III PENUTUP 25
Kesimpulan 25
Saran 25
DAFTAR PUSTAKA 26





















BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Salah satu teori ekonomi pembangunan yang sampai sekarang masih digunakan adalah teori Tabungan dan Investasi oleh Harrod-Domar. Dalam teori ini mencapai kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Jika tabungan dan investasi rendah maka pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan rendah.
Sekarang ini hampir disemua negara, khususnya negara berkembang membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.
Banyak negara – negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa. 
Negara berkembang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sumber dana yang besar, namun di lain pihak sumber dana mengalami kendala dalam pembentukan modal. Depresiasi tajam memiliki nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, menurunnya tingkat kepercayaan investor, terjadi akibat dari krisis ekonomi indonsia tahun 1997. Investor domestik untuk biaya pembangunan bisa bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negri, namun karena keterbatasan pinjaman luar negeri, tabunga nasional menjadi hal yang utama. Saving Investasi Gap yang melebar dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi domestic melebihi kemampuan dalam mengakumulasi tabungan nasional.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
Mengetahui dan memahami Teori Tabungan
Mengetahui dan memahami Teori Investasi
Mengetahui dan memahami Perbedaan Tabungan dan Investasi
























BAB II
PEMBAHASAN

TABUNGAN
Pengertian Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat – syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu.
Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak dibelanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga -jaga dalam jangka pendek.
Tabungan nasional (national saving) dapat didefinisikan sebagai pendapatan total dalam perekonomian yang tersisa setelah dipakai untuk pengeluaran pemerintah dan konsumsi. Dalam suatu negara, investasi domestik dapat dibiayai oleh tabungan nasional dan pinjaman dari luar negeri. Total dan yang tersedia untuk membiayai investasi (I) sama dengan tabungan nasional (S + (T-G)) ditambah dengan pinjaman dari luar negeri (X-M). Secara matematis dapat dirumuskan: I = S + (T-G) + (X-M)
Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Tabungan perusahaan merupakan kelebihan pendapatan (laba) yang tidak dibagikan kepada pemegang saham yang besarnya dapat diketahui dari neraca perusahaan. Sedangkan tabungan rumah tangga merupakan bagian dari pendapatan yang diterima rumah tangga yang tidak dibelanjakan untuk keperluan konsumsi. Secara matematis persamaan tabungan dapat dijabarkan sebagai berikut:

Jika tabungan swasta adalah S = (Y-T) – C dan
Tabungan pemerintah adalah (T-G), maka
Tabungan nasional = S + (T-G)
= (Y-T) – C +(T-G)
=Y–C–G
Dimana S adalah tabungan swasta, Y adalah pendapatan aggregat, T adalah pendapatan pajak netto, C adalah konsumsi, G adalah pengeluaran pemerintah. Jika T-G bernilai positif, maka pemerintah akan mengalami budget surplus, dan sektor ini akan ditambahkan pada sektor swasta untuk menambah sumber pembiayaan investasi. Namun jika T-G bernilai negatif berarti pemerintah mengalami budget deficit, dan pemerintah harus meminjam dana dari pihak lain.

Manfaat dan Tujuan Tabungan
Manfaat Tabungan
Beberapa manfaat yang diperoleh dari tabungan pada umumnya, antara lain:
Manfaat yang diperoleh bagi bank antara lain adalah :
Sebagai salah satu sumber dana bagi bank yang bersangkutan dan dapat digunakan sebagai penunjang operasional bank dalam memperoleh keuntungan atau laba.
Sebagai penunjang untuk menarik nasabah dalam rangka menggunakan fasilitas produk-produk lainnya.
Untuk membantu program pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.
Manfaat yang diperoleh bagi nasabah antara lain adalah:
Terjamin keamanannya karena dengan menyimpan uang di bank keamanan akan uang terjamin.
 Akan mendapatkan bunga dengan menyimpan uang di bank.
Dapat terhindar dari pemakaian uang secara terus-menerus.
Adanya kepastian saat penarikan uang, karena dapat dilakukan setiap saat dimana saja dan tidak dikenakan biaya administrasi dengan fasilitas ATM.

 Tujuan Tabungan
Menaikkan minat masyarakat untuk menjadi nasabah bank dengan memberikan kepercayaan kepada bank untuk mengelola dananya.
 Meningkatkan pelayanan kepada nasabah bank dalam hal ini nasabah tabungan dengan berbagai fasilitas transaksi yang bisa dilakukan seperti penyetoran, penarikan, pemindahbukuan dan pelayanan lainnya.
Mengantisipasikan persaingan antar bank.
Dengan banyaknya produk tabungan yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia, maka diciptakan produk yang diharapkan dapat ikut bersaing dalam menghimpun dana masyarakat. Dengan menawarkan fasilitas online, kartu ATM , dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat menarik minat nasabah baru dan mempertahankan nasabah lama agar tidak pindah ke bank lain

 Jenis – jenis  Tabungan
Dalam praktik perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat beberapa jenis-jenis tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak dari fasilitas yang diberikan kepada si penabung. Dengan demikian maka si penabung mempunyai banyak pilihan. Jenis-jenis tabungan yang diselenggarakan bank pada umumnya sebagai berikut:
Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas)
Merupakan bentuk tabungan yang tidak terikat oleh jangka waktu dengan syarat penyetoran dan pengambilan, tabanas pertama kali diatur pada tahun 1971. Tabanas tersebut terdiri dari :
Tabanas Umum
Yaitu tabanas yang berlaku bagi perorangan yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh penabung yang bersangkutan.


Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram)
Yaitu tabanas khusus yang dilaksanakan secara kolektif melalui organisasi pemuda, sekolah dan satuan pramuka yang pertama kalinya diatur dalam piagam – piagam kerja sama antara Bank Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan antara Bank Indonesia dan Kwarnas Pramuka, pada tanggal 22 Februari 1974.
Tabungan Pegawai
Yaitu tabanas khusus para pegawai dari semua golongan kepangkatan di lingkungan Departemen/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Perusahaan Pemerintah maupun Swasta yang pelaksanaan penyetorannya dilakukan secara kolektif.
Taska, merupakan bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa, yang pertama kali diatur tahun 1971.
Tabungan ONH, merupakan setoran ongkos naik haji atas nama calon jemaah haji untuk setiap musim haji yang bersangkutan. Besarnya setoran dimuka berdasarkan prinsip diskonto untuk setiap musim haji, ditetapkan pertama kali oleh Keppres pada tahun 1969.
Tabungan lainnya, merupakan tabungan selain Tabanas dan Taska, misalnya tabungan dari pegawai bank sendiri yang bukan Tabanas dan Taska atau tabungan masyarakat pada bank – bank lain yang bukan penyelenggara Tabanas ataupun Taska.

Faktor yang mempengaruhi Tabungan
Alfred Marshall dari kaum neoklasik mengemukakan bahwa terdapat faktor ekonomi dan non ekonomi yang mempengaruhi tabungan. Diantara faktor-faktor ekonomi tersebut, dia menekankan pada tingkat bunga, walaupun mungkin ada keadaan dimana tetap ada tabungan walaupun tingkat bunga negatif.
Menurut teori ‘Ricardian Equivalence’, peningkatan pada defisit anggaran pemerintah akan menstimulasi tabungan swasta karena mereka berekspektasi akan terjadi peningkatan pada kewajiban pajak mereka di masa yang akan datang. Sebagai hasilnya, mereka akan mengurangi tingkat konsumsinya dan meningkatkan tabungan. Tetapi teori ‘Ricardian Equivalence’ tidak dapat digunakan di negara berkembang (Hadjimicheal et al 1995), karena diperlukan adanya eksistensi pasar modal yang efisien, yang jarang ditemui pada karakteristik negara – negara berkembang.
Selain tingkat bunga, pendapatan juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tabungan nasional. Pendapat tersebut dikemukakan oleh J.M. Keynes dalam teorinya mengenai kecenderungan untuk mengkonsumsi (propensity to consume) yang secara eksplisit menghubungkan antara tabungan dan pendapatan. Keynes menyatakan suatu fungsi konsumsi modern yang didasari oleh perilaku psikologis modern, yaitu apabila terjadi peningkatan pada pendapatan riil, peningkatan tersebut tidak digunakan seluruhnya untuk meningkatlkan konsumsi, tetapi dari sisa pendapatan tersebut juga digunakan untuk menabung, hal ini dapat dijelaskan dalam persamaan berikut :
S ≡ Y – C
C = Ĉ + cY; Ĉ > 0 ;0 < c <1 span="">
Dimana:
S = saving
Y = income
Ĉ = intercept; tingkat konsumsi ketika pendapatan nol
c = marginal propensity to consume

Perhitungan Bunga Tabungan
Metode saldo terendah
Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

Ketentuan Umum Tabungan dan Sarana Tabungan
Ketentuan Umum Tabungan
Prosedur pembukaan dan penyetoran tabungan bagi nasabah baru: Penabung / Nasabah Calon nasabah mengisi formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama, dan kartu identitas diri seperti KTP/SIM, kemudian menyerahkan kepada petugas dalam hal ini Customer Services.
Petugas Tabugan (Customer Services) :
Memeriksa formulir pembukaan tabungan, kartu contoh tanda tangan (KCTT), slip setoran pertama dan kartu identitas diri seperti KTP / SIM.
Pengadministrasian dan penyimpanan slip setoran dan input data tersebut dalam komputer.
Mencatat mutasi penyetoran pada buku tabungan berdasarkan slip setoran.
Mengembalikan slip setoran dan kartu identitas diri kepada penabung untuk menyetorkan uangnya pada kasir/teller.
Menyerahkan buku tabungan pada kasir/teller.

Petugas Tabungan (Teller / Kasir):
Terima dan periksa buku tabungan dari petugas tabungan (Customer Services) serta menerima slip setoran dan uang dari nasabah.
Input data tersebut kedalam komputer pada menu tabungan.
Slip penyetoran dan buku tabungan diserahkan ke bagian pengawas.
Menyerahkan kembali buku tabungan kepada nasabah setelah buku tabungan tersebut diperiksa oleh pengawas.

Prosedur pengambilan tabungan / penarikan tabungan.
Penabung / Nasabah:
Nasabah datang ke Bank untuk mengambil dana dalam produk tabungan dengan mengisi slip penarikan tabungan 2 rangkap.
Slip penarikan dan buku tabungan diserahkan pada petugas tabungan (Teller / Kasir)
Petugas tabungan (Teller/Kasir):
Menerima buku tabungan, slip pengambilan yang telah diisi oleh penabung, kemudian memeriksanya.
Mencocokkan tanda tangan yang tertera dalam slip pengambilan dengan speciment-nya dan memarafnya pada slip pengambilan.
Menginput transaksi ke dalam komputer pada menu tabungan.
Menyerahkan buku tabungan, slip pengambilan, serta speciment pada pengawas.
Setelah diperiksa oleh pengawas, buku tabungan diserahkan kembali kepada nasabah.
Pengawas:
Memeriksa buku tabungan, slip pengambilan 2 rangkap, dan speciment dari petugas tabungan, kemudian diperiksa dan ditandatangani.
Menyerahkan buku tabungan serta slip pengambilan 2 rangkap pada teller dan speciment pada petugas tabungan.
Petugas Tabungan:
Menyimpan speciment dan slip pengambilan rangkap dua dari pengawas.
Menyerahkan slip pengambilan rangkap 1 pada bagian akuntansi atau bagian pembukuan.

Untuk menarik dana yang terdapat dalam rekening tabungan dapat menggunakan berbagai sarana atau sarana penarikan. Adapun beberapa sarana penarikan tabungan yang digunakan tergantung bank masing – masing yang ingin menggunakan sarana yang mereka inginkan. Sarana penarikan ini dapat digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan.
Sarana yang sering digunakan saat penarikan adalah sebagai berikut:
Buku Tabungan
Merupakan buku yang dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran dan pembebanan yang mungkin terjadi. Buku ini dapat digunakan pada saat penarikan, sehingga langsung mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.
Slip Penarikan
Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang serta tanda tangan untuk menarik sejumlah uang. Slip penarikan biasanya digunakan bersamaan dengan buku tabungan.
Kwitansi
Merupakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip penarikan, di mana tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang dan tanda tangan penarik.
Kartu ATM
Merupakan sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya di mesin Automated Teller Machine ( ATM ). Mesin ATM biasanya tersebar di tempat yang strategis.

Pengaruh Tabungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi
     Model Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting dari persediaan modal pada kondisi mapan. Jika tingkat tabungan tinggi, perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan memiliki persediaan modal yang kecil dan tingkat out put yang rendah. Pandangan model Solow tentang hubungan diantara tabungan dan pertumbuhan ekonomi. Tabungan yang lebih tinggi mengarah ke pertumbuhan yang lebih cepat dalam model Solow, tetapi sifatnya hanya sementara. Kenaikan tingkat tabungan hanya akan meningkatkan pertumbuhan sampai perekonomian mencapai kondisi mapan baru. Jika perekonomian mempertahankan tingkat tabungan tinggi, maka hal itu akan mempertahankan persediaan modal yang besar dan tingkat output yang tinggi, tetapi tidak mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi selamanya (Mankiw, 2003)

INVESTASI
Pengertian Investasi
Menurut Sunariyah (2003:4): Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa – masa yang akan datang. 
Menurut Henry Simamora (2000:438): Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pendapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik.

Tujuan Investasi
Investasi adalah penanaman modal untuk biasanya berjangka panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang sebagai kompensasi secara profesional atas penundaan konsumsi, dampak inflasi dan resiko yang ditanggung. Keputusan investasi dapat dilakukan individu, dari investasi tersebut yang dapat berupa capital gain/loss dan yield. Alasan seorang investor melakukan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta untuk menghindari merosotnya nilai kekayaan yang dimiliki.
Tujuan Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian sebuah penyertaan modal dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan.
Menurut Tandelilin (2010) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain sebagai berikut:
Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
Dorongan untuk menghemat pajak.
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang  melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

Kriteria Investasi
Payback Period
Payback Period adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat di kembalikan, atau waktu yang dikembalikan mencapai titik impas (biasanya hal ini diperuntukan untuk investasi yang tidak memiliki nilai depresiasi yaitu yang biasa terjadi pada aktiva tetap selain tanah).
Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)
B/C ratio ini mengukur mana yang lebih besar, apakah biaya yang dikeluarkan untuk investasi atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan dengan C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan dengan B (benefit). Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, yang berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
Net Present Value (NPV)
NPV ini bisa juga diartikan nilai harapan jika seseorang menginvestasikan sumber daya yang ia miliki. Perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Untuk membuat hasil lebih akurat, maka nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih.
Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.

Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah nilai tingkat pengembalian investasi. Dihitung pada saat NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.

Dasar Keputusan Investasi
Menurut Tandelilin (2010) proses investasi meliputi pemahaman dasar – dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linier. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus di pertimbangkan. Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing – masing dasar keputusan investasi:
Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Pada konteks manajemen investasi, tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Pada konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return harapan (expected return) dan return aktual atau yang terjadi (realized return). Return harapan merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.
Risiko
Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal penting yang harus selalu dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return harapan.
Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan
Hubungan tingkat risiko dan return harapan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.

Jenis – Jenis Investasi
Investasi merupakan konsep aliran (flow concept), karena dihitung selama satu internal periode tertentu. Tetapi investasi akan memengaruhi jumlah barang modal yang tersedia (capital stock) pada satu periode tertentu. Tambahan stok barang modal adalah sebesar pengeluaran investasi satu periode sebelumnya.
Investasi dalam bentuk barang modal dan bangunan
Yang tercakup dalam invesatasi barang modal (capital goods) dan bangunan (construction) adalah pengeluaran – pengeluaran untuk pembelian pabrik – pabrik, mesin – mesin, peralatan – peralatan produksi dan bangunan – bangunan atau gedung – gedung yang baru. Karena daya tahan barang modal dan bangunan pada umumnya lebih dari setahun, seringkali investasi ini disebut sebagai investasi dalam bentuk harta tetap (fixed investment).
Investasi persediaan
Berdasarkan pertimbangan, perusahaan seringkali harus memproduksi lebih banyak daripada target penjualan. Misalnya, sebuah pabrik mobil menargetkan penjualan tahun 2019 adalah 50.000 unit. Tidaklah berarti produksinya harus 50.000 unit juga. Umumnya produksinya melebihi tingkat penjualan. Sebut saja 60.000 unit. Selisih 10.000 unit merupakan persediaan, untuk mengatisipasi berbagai kemungkinan. Tentu saja investasi persediaan diharapkan meningkatkan penghasilan / keuntungan.
Tapi dengan seiring perkembangan jaman seperti sekarang ini, banyak jenis investasi yang bisa kita lakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Investasi bisa dilakukan secara individu atau perorangan dengan berbagai macam tujuan investasi yang ada disekitar kita. Dan diantaranya sebagai berikut:
Investasi pada Emas
Emas sebagai logam mulia memiliki harga ekonomis yang tinggi, emas dalam setiap tahun mempunyai potensi kenaikan dan penurunan harga 10% sampai 20%. Bukan berarti orang yang berinvestasi pada emas tidak bisa rugi. Yang paling penting kita harus bisa mengetahui kapan harga emas pada titik terendah, disaat itu kita beli. Dan disaat saat harga emas naik kita jual. Biasanya harga Emas akan mengalami kenaikan menjelang Hari Raya.
Investasi di pasar modal (saham)
Investasi di pasar modal atau bursa saham adalah perdagangan saham dari bermacam macam perusahaan yang menyertakan modalnya melalui Bursa Efek sebagai pasar Obligasi dan derivatif.
Investasi di pasar saham tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan membaca pasar dan teknikal yang baik. Jadi jika anda ingin berinvestasi pada bidang ini, lebih baik anda belajar terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Karena tidak sedikit orang yang rugi saat berinvestasi di Pasar Modal (saham).
Investasi melalui Obligasi atau surat Hutang yang diterbitkan perusahaan.
Investasi jenis hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki dana dalam jumlah besar. biasanya investasi jenis ini melalui perjanjian berdasarkan kuartal Waktu tertentu, Dengan bunga yang tinggi.
Reksa dana
Yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi. Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.
Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran.
Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi. Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.
Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.
Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.

Manfaat Investasi untuk Masa Depan
Secara umum, ada beberapa manfaat investasi bagi masa depan yang bisa didapat investor dalam rangka mengamankan rencana-rencana dalam hidupnya. Sebagai contoh, setiap orang memiliki berbagai rencana di masa mendatang yang ingin diwujudkannya entah berupa rencana haji ke tanah suci, menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, renovasi rumah, menikah, tindakan antisipasi terhadap musibah seperti barang mewah sering menjadi godaan untuk bergaya hidup konsumtif dan modern. Hasrat memiliki beragam gadget terbaru, fashion branded terkini, godaan liburan ke luar negeri, dan keinginan membeli kendaraan mewah acapkali membuat seseorang lepas kendali dalam mengelola keuangannya sehingga tidak jarang dapat berakhir dengan terlilitnya hutang di bank atau pada kerabat kenalan. Melakukan investasi dalam bentuk asuransi atau tabungan dengan menyisihkan sebagian pendapatan yang diperoleh per bulan secara rutin akan menciptakan suatu komitmen yang dapat menjadi solusi terhadap kemungkinan adanya jeratan hutang yang mungkin terjadi.
Memperoleh jaminan pendapatan tetap
Dengan memiliki sebuah aset investasi, seorang investor akan merasa terjamin karena dengan aset investasinya tersebut ia nantinya dapat memanen keuntungan dari penjualan asetnya yang selalu dinilai dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembeliannya di masa lalu. Dengan kata lain, aset atau dana yang diinvestasikan itu bisa bekerja menghasilkan uang sendiri tanpa membutuhkan kerja keras investor sehingga di masa depan keuntungannya akan terakumulasi untuk dinikmati investor.
Mendorong gaya hidup hemat
Investasi dapat bermanfaat sebagai pendorong gaya hidup hemat. Mengapa demikian? Investasi dalam bentuk asuransi yang perlu dibayar preminya tiap bulan sejumlah yang telah disepakati sebelumnya oleh investor akan memicu timbulnya sikap hidup hemat “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian”. Memang pemotongan biaya hidup sehari-hari diperlukan untuk dapat menikmati besarnya hasil investasi yang akan didapat di kemudian hari.
Mencegah adanya jeratan hutang
Menciptakan kebahagiaan hidup dalam keluarga
Manfaat investasi yang terakhir ialah menciptakan kebahagiaan dalam keluarga mengingat banyaknya rencana keluarga yang perlu dipenuhi di masa depan seperti liburan ke tempat favorit, biaya pendidikan anak, dan dana cadangan terhadap kejadian yang tidak diharapkan seperti sakit atau meninggal. Kebahagiaan keluarga dapat semakin terjaga dan terjamin jika keperluan keluarga dapat terpenuhi dengan jalan melakukan investasi pada program asuransi pendidikan, asuransi jiwa, dan sebagainya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Rate of Return)
Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah kontrol Perusahaan, seperti tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi. Sedangkan faktor non-teknis, seperti kepemilikkan hak dan atau kekuatan monopoli, kedekatan denga pusat kekuasaan, dan penguasaan jalur informasi.
Kondisi Eksternal Perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi utama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional.
Biaya Investasi
Hal yangpaling menentukan adalah tingkat bunga pinjaman. Makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat akan investasi makin menurun. Namun tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi dan faktor yang mempengaruhi adalah masalah kelembagaan.
Marginal Efficiency of Capital (MEC), Tingkat Bunga, dan Marginal Efficiency of Investement (MEI)

Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
 Dalam ekonomi makro, investasi merupakan salah satu komponen dari pendapatan nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Demestic Product (GDP). Sehingga pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu Negara dapat ditinjau dari pendapatan nasional Negara tersebut. GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu konsumsi dinotasikan C, investasi dinotasikan I, pembelian oleh pemerintah dinotasikan G, dan total bersih ekspor atau ekspor neto dinotasikan dengan X – M. Notasi X untuk ekspor dan M untuk impor. Ekspor neto (X – M) menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor. Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = GDP
Dari persamaannya dapat diketahui bahwa investasi berkorelasi positif dengan GDP.  Secara umum dapat dikatakan, jika investasi naik, maka GDP cenderung naik. Atau sebaliknya, jika investasi turun, maka GDP cenderung turun. Investasi dipengaruhi oleh tingkat pengembalian modal dan tingkat bunga. Para pemilik modal akan berinvestasi jika tingkat pengembalian modal lebih besar daripada tingkat bunga. Tingkat bunga yang tinggi menyebabkan investasi menjadi tidak menarik atau tidak menguntungkan. Ketika tingkat bunga tinggi sebagian modal digunakan untuk mencari keuntungan dari tingkat bunga melalui deposito atau tabungan. Tingkat bunga tinggi pada akhir akan mengurangi jumlah modal yang diinvestasikan. Jika pengeluaran investasi berkurang, maka GDP cenderung menurun.

Pengaruh Investasi Dalam Perekonomian Indonesia
Pemerintah menargetkan 10,7 juta lapangan kerja baru, serta menurunkan tingkat kemiskinan menjadi sekitar 8-10% pada akhir tahun 2014. target itu bisa tercapai asalkan setiap tahunnya perekonomian meningkat 30% lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Untuk mendorongnya, pemerintah harus fokus pada tiga hal, yaitu ekspor, investasi pemerintah dan publik, serta konsumsi. Di samping itu, investasi yang dikembangkan pun harus lebih memihak pada penciptaan lapangan kerja.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,3-6,4% pemerintah menargetkan pertumbuhan laju investasi sebesar 10% pada tahun 2011. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan perkiraan realisasinya pada tahun 2010 yang sebesar 8%. Membaiknya likuiditas keuangan global akan semakin mendorong masuknya aliran modal dari luar negeri sehingga menggerakkan kinerja investasi domestik dan daya saing perekonomian nasional. Kebutuhan investasi nominal tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp2.243,8 triliun. Kebutuhan investasi tersebut akan bersumber dari PMA dan PMDN sebesar 26,8%, kredit perbankan 17,4%, pasar modal 16,7%, belanja modal pemerintah 12,4%, dan sumber-sumber investasi lainnya. Melihat kondisi Indonesia setidaknya ada beberapa alasan mendasar mengapa Indonesia membutuhkan investasi asing saat ini:
Penyediaan lapangan kerja
Mengembangkan industri subsitusi impor untuk menghemat devisa Kehadiran penanaman modal asing dapat dipergunakan untuk membantu mengembangkan industri subsitusi impor dalam rangka menghemat devisa.
Mendorong berkembangnya industri barang-barang ekspor non-migas untuk mendapatkan devisa.
Pembangunan daerah-daerah tertinggal.
Investasi asing diharapkan sebagai salah satu sumber pembiayaan dalam pembangunan yang dapat digunakan untuk membangun Infrastruktur seperti pelabuhan, listrik, air bersih, jalan, rel kereta api, dan lain-lain.
Alih teknologi.
Salah satu tujuan mengundang modal asing adalah untuk    mewujudkan alih teknologi.

Ada beberapa anggapan mengenai manfaat investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut:
Investasi asing akan menciptakan perusahaan – perusahaan baru, memperluas pasar atau merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
Investasi asing akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua.
Investasi asing akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.
Pembayaran utang adalah esensial untuk melindungi keberadaan barang-barang finansial di pasar internasional dan mengelola integritas sistem keuangan. Kedua hal ini, sangat krusial uuntuk kelangsungan pembangunan.
Sebagian besar negara-negara dunia tergantung pada investasi asing untuk menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya-sumberdaya lokal tidak tersedia atau tidak mencukupi.




PERBEDAAN TABUNGAN DAN INVESTASI
Dari Sisi Keuntungan
Tabungan tidak menghasilkan keuntungan kecuali bunga yang nantinya bisa tergerus oleh inflasi. Ketika terjadi krisis moneter tahun 1997 yang lalu, disaat bank – bank menawarkan bunga deposito yang “gila – gilaan”, banyak orang memanfaatkan momentum ini dengan membuka tabungan deposito jangka pendek. Karena efek bunganya sangat terasa, hanya dengan menabung 100 juta rupiah dalam waktu tiga bulan bisa mendapat kurang lebih 30 juta rupiah. Tetapi momen seperti ini tidak terjadi setiap hari sehingga tidak bisa berpatokan bahwa deposito adalah bagian dari investasi.
Sedangkan investasi adalah sesuatu yang apabila Anda tanamkan uang di dalamnya maka potensi keuntungannya berlipat dan besar. Contohnya adalah saham, reksadana atau sebidang tanah. Antara investasi saham dan bunga deposito, memiliki perbedaan yang cukup mendasar terkait dari jumlah keuntungan yang bisa didapatkan.

Dari Sisi Risiko
Tidak ada risiko apapun dengan menabung di bank. Satu-satunya yang perlu diwaspadai adalah ketika bank tersebut dilikuidasi. Itupun sebenarnya tidak perlu terlalu cemas karena pemerintah menjamin simpanan Anda melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
Sebaliknya investasi rawan risiko. Yang paling besar adalah kerugian finansial. Banyak orang yang stress ketika harga saham yang ia simpan mendadak terjun bebas ke level yang paling bawah. Banyak orang yang gelisah ketika tanahnya tidak laku – laku. Banyak orang yang uring-uringan saat harga logam mulia yang ia simpan selama bertahun-tahun tidak meningkat. Jadi, jika ingin berinvestasi maka harus berani pula menanggung risiko.
Dari Sisi Keamanan
Tabungan bisa dipindahtangankan dengan mudah. Maksudnya, jika saat ini Anda punya uang di ATM lalu ada orang yang butuh bantuan finansial, Anda hanya perlu transfer saja sejumlah yang dibutuhkan. Tidak perlu ada prosedur apapun. Sedangkan investasi tidak bisa seperti itu. Ketika Anda ingin menolong teman Anda sementara Anda tidak punya uang tabungan, satu – satunya  cara adalah dengan menjual aset investasi. Tidak heran ketika seseorang butuh biaya ke rumah sakit maka ia menjual tanahnya dengan harga di bawah harga pasaran. Atau menggadaikan logam mulianya yang sedianya akan dipakai untuk biaya kuliah anak. Bisa juga dengan menjual saham – saham yang disimpan disaat prospek harganya sedang bagus-bagusnya.



















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu. Selain itu, tabungan juga sering diartikan sebagai pendapatan suatu masyarakat yang tidak di belanjakan dan hanya disimpan sebagai cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga dalam jangka pendek.
investasi menurut Henry Simamora (2000:438) : Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang

Saran
Dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat tentang pebtingnya tabungan dan investasi
 Sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi









DAFTAR PUSTAKA

Naila Suhada (2012) Pola Konsumsi Tabungan Dan Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari:  http://nailasuhada-m.blogspot.co.id/2012/04/pola-konsumsi-tabungan-dan-investasi.html


   Putri Nurathovia (2013) Makalah Investasi. Diakses pada tanggal 29 Desember 2019 dari: https://putrinurathovia.wordpress.com/2013/06/08/makalah-investasi/

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi teori dan aplikasi, Edisi Pertama, KANISIUS, Yogyakarta.

  http://www.academia.edu/10367428/Teori_Tabungan diakses pada tanggal 29 Desember 2018 pukul 17.00

http://library.upnvj.ac.id/pdf/d3keu09/205101009/bab2. diakses pada 29 Desember 2018 pukul 17.15



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kewirausahaan DAYCARE ANAK SEHAT

TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN DAYCARE Anak SEHAT UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KESEHAT...